Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Aksi Heroik Soleh! Berenang Tarik Getek Bambu demi Seberangkan Anak Sekolah di Sungai Bedadung Jember!

Jumai RJ • Kamis, 16 April 2026 | 03:00 WIB
PEDULI: Muhammad Soleh menarik getek bambu dengan cara berenang untuk bisa menyeberangkan warga melewati di Sungai Bedadung, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. (JUMAI/RADAR JEMBER)
PEDULI: Muhammad Soleh menarik getek bambu dengan cara berenang untuk bisa menyeberangkan warga melewati di Sungai Bedadung, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Getek itu bergerak pelan, nyaris tanpa suara. Terbuat dari belasan batang bambu yang dirakit sederhana. Di atasnya, beberapa anak berseragam sekolah berdiri hati-hati, menggenggam tas mereka erat-erat.

Tak ada dayung. Tak ada mesin. Agar getek berbentuk segitiga itu melaju menyeberangi sungai, bukan ditarik dengan tali dari tepi, melainkan diseret langsung oleh tubuh manusia.

Muhammad Soleh yang melakukannya. Saat getek mulai menjauh dari tepian, pria 38 tahun itu turun ke air. Perlahan tubuhnya tenggelam. Ketika rakit sudah berada di tengah Sungai Bedadung, yang terlihat hanya kepalanya.

Baca Juga: Kabupaten dengan Pelayanan Penumpang Terbanyak pada Triwulan I 2026, Banyuwangi dan Jember Dominasi Pergerakan KA di Wilayah Daop 9 Jember

Ia berenang sekuat tenaga. Satu tangannya mengayuh air, tangan lainnya menggenggam erat tali tampar yang terikat pada getek. Di atasnya, anak-anak tetap berdiri diam, mempercayakan perjalanan mereka sepenuhnya pada Soleh.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Soleh mengaku ada rasa nelangsa saat jembatan gantung yang selama ini menjadi penghubung warga putus diterjang banjir.

Menurutnya, bagi sebagian orang tua yang memiliki sepeda motor, jalan memutar masih bisa ditempuh. Namun bagi warga yang hanya memiliki sepeda ontel atau bahkan tak memiliki kendaraan. Pilihan itu terasa berat, karena lebih jauh, lebih mahal, dan menyulitkan.

Soleh melihat itu setiap hari. Ia melihat anak-anak harus berangkat lebih pagi. Orang tua kebingungan mencari cara. Bahkan, ada yang sempat menunda sekolah karena akses yang semakin sulit.

Baca Juga: Gebrakan Transparansi! Gus Fawait Siap Dikuliti Pakar dan Warga Jember Lewat Live Streaming 'Gus Bupati Menjawab'

Dari situlah, ide sederhana itu muncul. Dengan uang pribadinya, Soleh membeli bambu 14 batang, masing-masing sepanjang sekitar enam meter. Ia membaginya menjadi dua bagian, merakitnya, lalu menambahkan alas dari anyaman bambu berukuran sekitar satu meter.

Tak ada pelatihan. Tak ada perhitungan teknis. Hanya pengalaman, insting, dan niat untuk membantu. Dua pekan lalu, getek itu mulai beroperasi.

Sejak saat itu, hidup Soleh berubah. Pukul 06.00, ia sudah berada di tepi sungai. Menunggu anak-anak yang datang satu per satu dengan seragam sekolah. “Yang penting mereka bisa cepat sampai sekolah,” katanya.

Dalam sekali penyeberangan, ia hanya mengangkut maksimal empat anak demi keselamatan. Artinya, ia harus bolak-balik beberapa kali setiap pagi. Siang hari, ia kembali untuk menjemput mereka pulang.

Belum selesai. Sore hari, Soleh kembali lagi ke sungai mengantar anak-anak yang pergi mengaji ke TPQ.

Hari-harinya kini terbagi antara sungai dan sawah. Menarik getek bukan perkara mudah. Arus Sungai Bedadung kerap berubah. Untuk bisa menyeberang, ia harus menarik rakit ke arah hulu terlebih dahulu, baru kemudian melintasi arus. Jika ditarik lurus, getek akan sulit dikendalikan.

Baca Juga: Target Zero Kemiskinan! Gus Fawait Siapkan Strategi Khusus Berdayakan Warga Pelosok Hutan Jember!

Karena itu, ia memilih tidak beroperasi saat hujan turun atau debit air meningkat. Risiko terlalu besar. Terutama karena yang ia bawa adalah anak-anak.

Semua ia lakukan tanpa bayaran. Getek itu bukan sekadar rakit bambu. Ia adalah jembatan darurat. Penghubung antara rumah dan sekolah. Antara keterbatasan dan harapan. “Semoga jembatan segera diperbaiki,” katanya.

Ketika pagi beranjak siang, saat anak-anak telah tiba di sekolah, Soleh naik ke tepian. Bajunya basah oleh air Sungai Bedadung. Ia melepasnya, memerasnya, lalu menjemurnya di bawah matahari. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Sungai Bedadung #Jember #getek