Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, penghuni rumah tidak berada di tempat.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang melihat asap tebal mengepul dari dalam rumah.
Kapolsek Jenggawah Iptu Andi Ferry Christian menjelaskan, saksi bernama Pur mengetahui kepulan asap dari ruang tamu.
Baca Juga: Info Laka Lantas Jember: Nyalip dari Kiri, Ibu dan Anak Tewas
Saat itu, Sumiati, asisten rumah tangga di rumah tersebut, sedang berada di luar.
“Begitu melihat asap tebal, saksi langsung menghubungi warga lainnya dan pemilik rumah,” ujarnya.
Warga yang panik kemudian berusaha memadamkan api secara mandiri.
Mereka mendobrak pagar dan pintu rumah untuk bisa masuk dan melakukan penyiraman.
Baca Juga: Rekam Jejak Dr Yadyn Palebangan, Dari Jaksa KPK hingga Kajari Jember
Namun, kobaran api yang semakin membesar disertai asap tebal membuat warga tidak berani mendekat lebih jauh.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran. Tak lama berselang, satu unit mobil damkar tiba di lokasi dan berhasil menjinakkan api.
“Setelah satu unit damkar datang, api akhirnya berhasil dipadamkan,” jelas Ferry.
Akibat kebakaran tersebut, bagian ruang tamu dan ruang keluarga rumah mengalami kerusakan cukup parah.
Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik pada stopkontak kipas angin di ruang keluarga.
Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai sekitar Rp70 juta.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah, terutama saat rumah ditinggal dalam keadaan kosong. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi