Radar Jember - Kondisi fisik pemain Persid Jember jadi perhatian utama tim pelatih dalam dua pekan terakhir.
Setelah melewati Ramadan dan libur Lebaran, kebugaran skuad Macan Raung dinilai belum berada di level ideal.
Oleh karena itu, program latihan difokuskan untuk mengembalikan stamina dan daya tahan pemain.
Selama bulan puasa, intensitas latihan fisik memang dikurangi. Ditambah jeda libur, kondisi pemain perlu dipulihkan secara bertahap.
Rekondisi pun menjadi langkah awal sebelum tim masuk ke program latihan yang lebih berat.
Asisten pelatih Persid Jember, Muhamad Rofiq, menyebut fase ini menjadi fondasi penting dalam membangun kembali performa tim.
Menurutnya, tanpa kondisi fisik yang prima, sulit bagi pemain untuk menjalankan skema permainan secara optimal. Meski selama liburan, tim pelatih juga tetap memantau latihan mereka melalui online.
“Kami fokus dulu ke pengembalian fisik pemain. Karena saat Ramadan intensitasnya menurun, lalu ada libur juga. Jadi dua pekan ini pemulihan fisik agar kembali ke kondisi semula,” ujarnya.
Baca Juga: Perdalam Praktik Jurnalistik, Mahasiswa Kunjungi Jawa Pos Radar Jember
Meski fokus utama pada fisik, materi taktikal tetap diberikan dalam setiap sesi latihan.
Tim pelatih juga menyisipkan game play setidaknya sekali dalam sepekan untuk menjaga ritme permainan dan kekompakan antarpemain.
Selain itu, sejumlah pemain baru juga sudah bergabung sejak Ramadan di berbagai posisi.
Rofiq menegaskan, setelah kondisi fisik kembali optimal, latihan akan difokuskan pada pematangan taktikal dan chemistry tim.
“Kalau fisik sudah kembali, kami akan masuk ke taktikal dan kekompakan tim. Harapannya, tim benar-benar siap saat putaran nasional nanti,” pungkasnya.
Untuk diketahui, rencananya drawing grup 64 besar dilaksanakan pada Selasa (14/4). Sementara kick off putaran nasional pada Sabtu (2/5) mendatang. (kin/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh