Radar Jember - Kepala UPT Damkarmat Satpol PP Jember, Ahmad Sidiq, menegaskan bahwa sebagian besar insiden yang kerap disebut sebagai 'ledakan elpiji' sebenarnya bukan berasal dari tabung gas yang meledak, melainkan akibat kebocoran gas yang tidak tertangani dengan baik.
Menurutnya, faktor kelalaian atau human error masih menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran yang melibatkan LPG di masyarakat.
“Sebenarnya elpiji meledak itu tidak ada. Yang ada hanyalah kebocoran gas. Kalau kami lihat di lapangan, kebakaran akibat elpiji lebih banyak karena faktor kelalaian masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Perdalam Praktik Jurnalistik, Mahasiswa Kunjungi Jawa Pos Radar Jember
Ia menjelaskan, minimnya pemahaman masyarakat dalam penggunaan tabung gas menjadi faktor dominan yang memicu kebakaran maupun letupan.
Karena itu, pihak Damkarmat terus menggencarkan edukasi agar masyarakat lebih memahami cara penggunaan LPG secara aman dan benar.
Dalam kondisi darurat, saat api sudah muncul, masyarakat diminta tetap tenang dan segera mengambil langkah cepat untuk mencegah api meluas.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memutus sumber gas melalui regulator atau menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Selain itu, tabung gas juga disarankan segera dipindahkan ke ruang terbuka agar gas tidak terakumulasi di dalam ruangan.
Baca Juga: Perdalam Praktik Jurnalistik, Mahasiswa Kunjungi Jawa Pos Radar Jember
“Kalau api sudah muncul, biasanya keluar dari mulut regulator. Itu bisa langsung diputus dengan menutup alirannya. Tidak perlu panik, yang penting kita tahu sumbernya dan segera diamankan agar tidak meluas,” jelasnya.
Selain penanganan saat darurat, perawatan peralatan juga menjadi kunci penting dalam mencegah kebocoran.
Selang dan regulator harus rutin diperiksa untuk memastikan tidak ada kerusakan, baik akibat usia pakai, gigitan tikus, maupun pemasangan yang kurang rapat.
Jika tabung tidak digunakan dalam waktu lama, regulator sebaiknya dilepas untuk mencegah aliran gas yang tidak terkontrol.
Ahmad Sidiq juga mengingatkan bahaya yang sering muncul akibat kepanikan, terutama saat malam hari. Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang langsung menyalakan lampu ketika mencium bau gas, padahal tindakan tersebut berisiko memicu percikan api.
Baca Juga: Viral Aksi Kejam di Jember: Motor Dicuri, Korban Luka Parah, Pastikan Biaya Kesehatan Terkover Bpjs
“Sering terjadi saat malam hari, orang panik karena mencium bau gas lalu menyalakan lampu. Padahal loncatan listrik itu bisa menjadi pemantik api. Apalagi jika gas sudah memenuhi ruangan, sangat berpotensi menimbulkan letupan,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh