Radar Jember — Kebiasaan yang sering dianggap sepele ini layak jadi tamparan keras. Memindahkan bensin eceran tanpa pengamanan. Alih-alih untung yang datang justru petaka.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Kepodang, Lingkungan Krajan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Minggu (12/4) sekitar pukul 09.15. Sebuah bengkel tambal ban milik Ma’un Ferdil Yanto, 31, hangus dilalap api.
Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun, anak korban yang masih berusia 3 tahun mengalami luka bakar di bagian kaki.
Kapolsek Patrang AKP Suparman menjelaskan, kebakaran bermula saat istri korban, Surati, 31, memindahkan BBM jenis Pertalite dari jeriken ke botol.
Aktivitas yang tampak biasa itu berubah jadi bencana dalam hitungan detik.
Saat pengisian berlangsung, anak korban bermain di sekitar lokasi. Tanpa sengaja, botol yang sudah terisi bensin tersenggol hingga tumpah. Bensin yang tercecer langsung merembet ke area bengkel.
“Api langsung menyambar dan membakar bengkel. Anak korban ikut terkena di bagian kaki,” ujarnya.
Baca Juga: Perdalam Praktik Jurnalistik, Mahasiswa Kunjungi Jawa Pos Radar Jember
Api dengan cepat membesar, melahap seluruh isi bengkel, termasuk BBM dalam botol maupun di dalam jurigen.
Sejumlah barang juga ikut jadi korban, di antaranya satu unit mesin kompresor, ban luar bekas, 40 ban dalam baru, uang tunai Rp 3 juta, serta sekitar 60 liter Pertalite.
Menurut Suparman, kejadian ini murni akibat kelalaian saat memindahkan BBM di area yang tidak aman.
“Anak korban berlari-lari lalu membentur botol berisi bensin. Tumpahannya langsung memicu kebakaran,” tegasnya.
Satu unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Meski berhasil dipadamkan, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 20 juta.
Baca Juga: Viral Aksi Kejam di Jember: Motor Dicuri, Korban Luka Parah, Pastikan Biaya Kesehatan Terkover Bpjs
Peristiwa ini kembali jadi pengingat bahwa bensin bukan sekadar cairan biasa. Salah penanganan sedikit saja, dampaknya bisa luar biasa. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh