Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Nostalgia Adu Cepat! Intip Keseruan Balap Dokar di Tanggul Jember, Ingatkan Kejayaan Transportasi Masa Lalu!

M Adhi Surya • Selasa, 14 April 2026 | 07:00 WIB
NOSTALGIA: Dokar menjadi transportasi tradisional itu dicoba untuk dihidupkan kembali lewat sebuah event. (PORDASI JEMBER)
NOSTALGIA: Dokar menjadi transportasi tradisional itu dicoba untuk dihidupkan kembali lewat sebuah event. (PORDASI JEMBER)

Radar Jember - Dokar tak lagi sekadar alat angkut masa lalu. Melalui aduan yang memacu adrenalin, kendaraan tradisional itu kembali dihadirkan sebagai pengingat sejarah transportasi yang pernah menghidupi masyarakat.

Debu tipis terangkat setiap roda kayu berputar semakin cepat, derap kaki kuda terdengar berat namun teratur, menarik dokar melaju cepat di lintasan. Roda kayu berputar tanpa henti, memecah anggapan bahwa kendaraan tradisional selalu identik dengan perjalanan lambat.

Dalam aduan dokar, kecepatan justru menjadi cara baru menghadirkan kembali ingatan lama tentang moda transportasi masa lalu. Sekilas, aduan dokar memang tampak seperti hiburan semata. 

Baca Juga: Cabor Baru Harapan Baru! Hapkido Resmi Hadir di Jember, Langsung Bidik Medali Emas di Ajang Porprov Jatim!

Namun di balik itu, dokar bukan sekadar tontonan, melainkan simbol perjalanan sejarah masyarakat dalam bertransportasi.

“Kami di Pordasi tidak hanya konsentrasi ke atlet saja. Tapi bagaimana mengenalkan kuda menjadi satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat,” papar Rahaditha Viraq Prakasa Pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jember. 

Menurutnya, kendaraan bertenaga kuda ini pernah menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari. Sebelum kendaraan bermotor mendominasi jalanan, dokar menjadi sarana utama mengangkut orang maupun barang.

Baca Juga: Perdalam Praktik Jurnalistik, Mahasiswa Kunjungi Jawa Pos Radar Jember

Ia hadir di pasar, jalan desa, hingga pusat kota, menghubungkan aktivitas ekonomi dan sosial warga. Kini, fungsi tersebut memang telah banyak tergantikan.

Namun melalui aduan dokar, keberadaannya kembali diingatkan. Radit, sapaan akrab Rahaditha ini menjabarkan, aduan dokar juga menunjukkan bahwa mengendalikan kendaraan tradisional membutuhkan keterampilan khusus.

Kusir harus memahami karakter kuda, menjaga ritme langkah, sekaligus memastikan gerobak tetap stabil. Harmoni antara tenaga kuda dan kendali manusia menjadi kunci utama.

Tak hanya kemampuan kusir, kondisi dokar turut menentukan performa. Berat rangka, putaran roda, hingga keseimbangan beban berpengaruh terhadap kecepatan. Detail teknis tersebut menunjukkan bahwa dokar bukan kendaraan sederhana tanpa perhitungan.

Ia juga menilai aduan dokar memiliki peran penting sebagai ruang pelestarian budaya. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan semata perlombaan, melainkan cara mengenalkan kembali transportasi tradisional kepada masyarakat modern.

“Dokar ini bagian dari sejarah transportasi. Lewat aduan seperti ini, masyarakat bisa kembali melihat bahwa kendaraan tradisional masih punya nilai dan cerita,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan dokar perlu terus diberi ruang agar tidak sekadar menjadi kenangan.

Dengan menghadirkannya dalam event olahraga maupun budaya, generasi muda diharapkan mengenal fungsi dan filosofi kendaraan tersebut, sekaligus memahami hubungan erat antara manusia, kuda, dan lingkungan pada masa lampau.

Baca Juga: Viral Aksi Kejam di Jember: Motor Dicuri, Korban Luka Parah, Pastikan Biaya Kesehatan Terkover Bpjs

Pada akhirnya, derap kuda dan putaran roda dokar bukan hanya soal adu cepat. Justru menjadi pengingat bahwa transportasi tradisional memiliki nilai sejarah dan identitas budaya yang layak dijaga, agar jejak masa lalu tetap hidup di tengah laju zaman yang terus berubah. (dhi/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#angkutan gratis #Jember #pordasi #Dokar