Radar Jember - Tahapan seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jember tahun 2026 terus berlanjut.
Proses panjang ini kini memasuki fase krusial melalui tes kesamaptaan dan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Seleksi dilakukan berlapis untuk memastikan hanya peserta terbaik yang terpilih.
Proses penjaringan dimulai dari sekitar 500 peserta yang mengikuti tes wawasan kebangsaan. Dari jumlah tersebut, tersaring menjadi 304 peserta yang berhak melanjutkan ke tahap tes kesehatan.
Baca Juga: Jalan Alternatif juga Diuruk, Ini Kondisi Arus Lalin di Wuluhan Jember
Setelah itu, peserta kembali disaring hingga masuk ke tahapan seleksi fisik berupa samapta dan PBB yang kini sedang berlangsung.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Bakesbangpol Jember, Teguh Kurniawan, menjelaskan bahwa tahapan ini menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas calon Paskibraka Jember.
“Seleksi parade dan samapta ini merupakan lanjutan setelah peserta lolos tes kesehatan. Pada tahap ini, kami menguji kemampuan fisik, kedisiplinan, serta kekompakan mereka,” ujarnya, Rabu (8/4).
Seleksi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polres Jember, Kodim 0824 Jember, hingga Secaba. Sinergi lintas institusi ini dilakukan untuk memastikan proses berjalan objektif dan menghasilkan calon Paskibraka Jember yang benar-benar siap.
Baca Juga: Jalan Alternatif juga Diuruk, Ini Kondisi Arus Lalin di Wuluhan Jember
Selain fisik, peserta juga diuji mental dan ketahanannya dalam menghadapi tekanan selama proses seleksi.
Memasuki tahap Pantukhir di Stadion Noto Hadinegoro, jumlah peserta kembali menyusut menjadi sekitar 136 orang, terdiri dari 80 putra dan 56 putri.
Mereka bersaing ketat untuk memperebutkan 75 posisi sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Jember 2026. “Dari jumlah ini, nantinya akan dipilih 75 siswa terbaik sesuai kebutuhan formasi,” tambah Teguh.
Para peserta tampak menunjukkan semangat tinggi sepanjang proses seleksi. Mereka mengikuti setiap instruksi dengan disiplin, mulai dari gerakan dasar hingga uji ketahanan fisik.
“Kami berharap seluruh peserta bisa menjalani setiap tahapan dengan sungguh-sungguh. Karena ini bukan hanya soal fisik, tapi juga kesiapan mental dan tanggung jawab,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh