GLUNDENGAN, Radar Jember – Aktivitas lalu lintas di jalur penghubung Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, Kab. Jember dengan Balung kini kembali normal.
Setelah sempat ditutup total akibat ambrol, Jembatan Curah Kenceng di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, akhirnya rampung diperbaiki dan sudah dapat dilalui seluruh jenis kendaraan, kemarin (10/4).
Baca Juga: Jalan Alternatif juga Diuruk, Ini Kondisi Arus Lalin di Wuluhan Jember
Dari hasil penanganan di lapangan, diketahui bahwa di bagian bawah jembatan terdapat dua gorong-gorong berukuran besar yang merupakan sisa bangunan lama.
Namun, salah satu gorong-gorong di sisi timur mengalami kerusakan hingga ambrol. Sehingga perlu dilakukan perbaikan menyeluruh.
Proses perbaikan dilakukan secara intensif dan berhasil diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yakni tiga hari.
Tahapan pekerjaan meliputi pembersihan material runtuhan, pemasangan struktur baru berupa box culvert, hingga penguatan konstruksi.
Sebanyak delapan box culvert dipasang sebagai pengganti struktur lama, baik di bagian bawah maupun atas jembatan.
Baca Juga: Salurkan 8 Ribu Ton Beras, Jember Jadi Kabupaten Terendah Penerima Bantuan Pangan se-Jatim
Untuk memastikan kekuatan dan kestabilan, setiap sambungan box culvert diperkuat menggunakan pengelasan listrik setelah diposisikan dengan bantuan alat berat.
Korwil Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA) Kecamatan Balung, Sudarno, menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan agar struktur jembatan lebih kokoh dan aman saat dilalui kendaraan dengan berbagai beban.
“Alhamdulillah, perbaikan bisa diselesaikan dengan cepat sehingga jembatan sudah dapat difungsikan kembali,” ujarnya.
Dengan selesainya perbaikan, arus lalu lintas dari arah Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, maupun dari arah Balung kini kembali menggunakan jalur utama tanpa harus memutar melalui jalan alternatif.
Samsul (37), warga Dusun Mangaran, Kecamatan Ajung, mengaku sangat terbantu dengan dibukanya kembali jembatan tersebut.
Selama beberapa hari terakhir, ia harus menempuh jalur alternatif untuk berangkat kerja ke Balung. “Sekarang sudah normal lagi, tidak perlu lewat jalan alternatif. Kemarin hampir empat hari harus memutar,” ungkapnya. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi