Evakuasi Alot! ODGJ di Jember Terhambat Berobat ke RSJ Gara-Gara Tak Punya KTP, Dinsos Langsung Gerak Cepat!

Sidkin • Dipublikasikan Jumat, 10 April 2026 | 05:30 WIB
Petugas Dinsos Jember mengevakuasi Muhammad Vemas (23), ODGJ asal Puger yang sempat dipasung. Sebelum dirujuk ke RSJ Lawang, petugas membawanya melakukan perekaman e-KTP agar ia bisa mengakses layanan kesehatan resmi. (UPT Liposos Dinsos P3A Jember)
Petugas Dinsos Jember mengevakuasi Muhammad Vemas (23), ODGJ asal Puger yang sempat dipasung. Sebelum dirujuk ke RSJ Lawang, petugas membawanya melakukan perekaman e-KTP agar ia bisa mengakses layanan kesehatan resmi. (UPT Liposos Dinsos P3A Jember)

Radar Jember - Di tengah proses evakuasi seorang pemuda dengan gangguan kejiwaan (ODGJ), petugas menemukan fakta lain yang tak kalah penting.

Muhammad Vemas Agung ternyata belum pernah melakukan perekaman data kependudukan. Ia tidak memiliki e-KTP.

Kondisi itu menjadi kendala serius. Sebab tanpa identitas resmi, akses terhadap layanan kesehatan, terutama rujukan ke rumah sakit, menjadi terbatas.

Baca Juga: Lanjutan Update Kasus Curanmor SPPG di Jember, Komplotan Pelaku Diduga Empat Orang?

Situasi ini membuat Dinas Sosial harus mengambil langkah tambahan sebelum membawa Vemas ke fasilitas kesehatan.

Kepala UPT Liposos Dinsos Jember, Roni Effendi, mengatakan, proses evakuasi sempat diikuti dengan pengurusan administrasi kependudukan.

Sebab, Vemas belum pernah perekaman KTP. “Mau tidak mau, kami bawa dulu ke Dispendukcapil untuk perekaman, baru setelah itu dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Baca Juga: Info Lalin Jember Banyuwangi di Jalur Gumitir: Nekat Mendahului Kendaraan di Jalan Menikung

Langkah itu dilakukan segera setelah proses evakuasi selesai. Dalam kondisi yang masih membutuhkan pendampingan, Vemas dibawa ke kantor Dispendukcapil Jember untuk melakukan perekaman e-KTP.

Proses ini menjadi pintu awal agar ia bisa mendapatkan haknya sebagai warga negara, terutama dalam hal pelayanan kesehatan.

Roni menerangkan, kasus seperti ini menjadi pengingat bahwa persoalan sosial tidak berdiri sendiri. Ada banyak aspek yang saling berkaitan, termasuk administrasi kependudukan.

“Kalau tidak punya identitas, akses layanan jadi terhambat. Makanya ini kami tuntaskan sekalian,” ujarnya.

Setelah proses perekaman selesai, barulah Vemas dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Lawang, Malang, untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Kini, selain menjalani perawatan medis, ia juga telah memiliki identitas resmi yang akan memudahkan proses pengobatan ke depan. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
e-KTP Dinsos Jember dispendukcapil ODGJ Jembatan