Radar Jember - Langkah kaki Muhammad Vemas Agung tak lagi bebas. Pemuda 23 tahun asal Dusun Lengkong, Desa Wonosari, Kecamatan Puger itu harus menjalani hari-harinya dengan rantai melingkar di kaki kanannya.
Bukan tanpa alasan, keluarga terpaksa melakukan pemasungan karena kondisinya yang kian tak terkendali dan meresahkan lingkungan sekitar.
Namun, di balik kondisi kejiwaan yang dialami, tersimpan fakta yang lebih mengejutkan. Di dalam tubuh Vemas ditemukan benda asing berupa paku dan logam yang diduga telah lama berada di sana.
Baca Juga: Lanjutan Update Kasus Curanmor SPPG di Jember, Komplotan Pelaku Diduga Empat Orang?
Kisah ini mulai terungkap setelah Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Jember menerima laporan yang beredar di media sosial.
Petugas UPT Liposos bersama relawan kemudian mendatangi rumah Vemas pada Selasa (7/4). Proses evakuasi sempat berlangsung alot, namun akhirnya Vemas dapat dibawa setelah dilakukan pendekatan persuasif.
Kepala UPT Liposos Dinsos P3A Jember, Roni Effendi, menjelaskan bahwa gangguan yang dialami Vemas memiliki riwayat panjang.
Perubahan perilaku mulai terlihat sejak kecelakaan yang dialaminya pada 2018, saat masih duduk di bangku kelas 8 SMP.
Baca Juga: Info Lalin Jember Banyuwangi di Jalur Gumitir: Nekat Mendahului Kendaraan di Jalan Menikung
“Sejak kecelakaan itu, perilakunya berubah. Kemungkinan ada benturan di kepala yang memicu gangguan saraf atau kejiwaan,” ujar Roni.
Kondisi tersebut diduga semakin kompleks karena adanya riwayat konsumsi obat keras sebelum kecelakaan.
Meski sejak 2023 sempat menjalani pengobatan rutin di puskesmas, dalam dua bulan terakhir kondisinya menurun drastis. Vemas menolak makan dan enggan mengonsumsi obat.
Keluarga pun mengambil langkah pemasungan sebagai upaya pengamanan. Namun, tindakan itu tidak dilakukan terus-menerus.
“Kalau kambuh dan membahayakan baru dirantai. Kalau tenang dilepas,” jelas Roni, mengutip keterangan keluarga.
Setelah dievakuasi, Vemas langsung dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Lawang, Malang, untuk menjalani perawatan intensif. Di sanalah fakta lain terungkap.
Dari hasil pemeriksaan rontgen, tim medis menemukan lima benda asing di dalam tubuh Vemas. Terdiri dari dua paku dan tiga benda logam yang diduga berupa koin atau kawat panjang.
Temuan ini tergolong langka. “Ini kasus yang jarang kami temui. Bahkan baru pertama kali kami menangani ODGJ dengan kondisi seperti ini,” ungkap Roni.
Diduga, benda-benda tersebut masuk ke dalam tubuh akibat kebiasaan mengonsumsi benda tidak lazim. Keluarga mengaku pernah memergoki Vemas memakan plastik.
Namun, kapan dan bagaimana paku serta logam itu masuk ke dalam tubuhnya, belum diketahui secara pasti.
Keluhan sakit perut yang sebelumnya sering dirasakan Vemas kini diduga berkaitan dengan keberadaan benda asing tersebut.
Sayangnya, selama ini kondisi itu sulit terdeteksi karena Vemas cenderung tertutup dan tidak kooperatif saat diperiksa.
Saat ini, penanganan medis difokuskan pada pengangkatan benda asing secara bertahap. Proses dilakukan dengan hati-hati sebelum kemungkinan tindakan operasi lanjutan.
“Benda-benda itu akan diambil satu per satu. Setelah bersih, kemungkinan dilanjutkan tindakan operasi,” tambahnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh