Radar Jember – Jembatan penghubung Kecamatan Jenggawah–Balung yang mengalami kerusakan pada Sabtu (4/4) lalu akhirnya tak dibiarkan berlama-lama jadi bahan keluhan warga.
Begitu ramai di media sosial, respons pun ikut terbangun.
Jembatan di Sungai Curahkenceng yang berada di perbatasan Dusun Tanjungsari dan Dusun Sumberejo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, itu sebelumnya ambrol di sisi selatan.
Baca Juga: Lanjutan Update Kasus Curanmor SPPG di Jember, Komplotan Pelaku Diduga Empat Orang?
Karena jalur ini tergolong padat, dari roda dua sampai truk, maka kerusakan jelas bukan perkara sepele. Apalagi fungsinya sebagai jalur alternatif penghubung antar kecamatan dan desa.
Setelah viral, gerak cepat pun menyusul. Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Alam (DPUBMSDA) Jember langsung turun tangan.
Bagian jembatan yang rusak tak ditambal setengah hati. Sisi timur dibongkar total dan diganti dengan box culvert berbahan beton.
Praktis, jembatan lama, diganti dengan sistem gorong-gorong besar yang diklaim lebih kokoh.
Baca Juga: Info Lalin Jember Banyuwangi di Jalur Gumitir: Nekat Mendahului Kendaraan di Jalan Menikung
Selama proses pemasangan, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif di Dusun Sumberejo dan Dusun Tanjungsari.
Wahyudi, warga Dusun Tanjungsari, menyebut sebelum pemasangan box culvert, alat berat dikerahkan untuk membersihkan sisa ambrolan.
Setelah itu, struktur lama dibongkar dan diganti dengan box culvert.
Pantauan di pantauan Jawa Pos Radar Jember, pemasangan dilakukan tidak sederhana.
Bagian dasar sungai lebih dulu dikeruk, lalu air dikuras menggunakan tiga mesin pompa agar pemasangan berjalan lancar. Total delapan unit box culvert dipasang di lokasi.
Material didatangkan dari Jember menggunakan truk tronton. Karena ukurannya besar, pemasangan dilakukan dengan alat berat jenis milik Dinas PU BMSDA.
Petugas dari BMSDA Balung dan kabupaten tampak berjibaku di lokasi. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh