Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dulu Bawa Jember Raih Emas Porprov, Kini Muhamad Rofiq Jadi Sosok Kunci di Balik Layar Kebangkitan Persid

Sidkin • Jumat, 10 April 2026 | 07:00 WIB
BERI INSTRUKSI: Asisten Pelatih Persid Jember Muhamad Rofiq memberi arahan kepada tim saat sesi latihan di Stadion JSG. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
BERI INSTRUKSI: Asisten Pelatih Persid Jember Muhamad Rofiq memberi arahan kepada tim saat sesi latihan di Stadion JSG. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Suka dengan sepak bola seterusnya akan suka dengan si kulit bundar ini. Bukan, hanya menjadi pemain saja, tapi juga pelatih.

Inilah kiprah M. Rofiq asisten pelatih Persid yang mengawali karir sebagai pesepak bola hingga pernah menjadi pelatih yang mengantarkan Jember raih medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.

Sebagai asisten pelatih Persid Jember, Muhamad Rofiq, sempat diragukan oleh publik. Namun, bersama Agus Yuwono (pelatih Persid), Rofiq sukses membawa Tim Macan Raung peringkat ketiga Liga 4 Jatim. Kini, ia tetap dipercaya meracik tim kebanggaan Jember itu menuju putaran nasional.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Akhirnya Buka Suara Soal Lolosnya Pengadaan Motor Listrik BGN! Janji Tak Ada Lagi Tahun Ini

Bagi Rofiq, menjadi asisten pelatih bukan tentang menonjol, melainkan tentang memahami peran. Ia tahu betul kapan harus memberi masukan dan kapan memilih menahan diri. Prinsip itu ia pegang sejak lama, bahkan sejak ia masih aktif sebagai pemain sepak bola profesional.

“Kalau dimintai pendapat, saya ngomong. Kalau tidak dimintai, ya, saya diam. Saya ndak mau asal bicara,” katanya, saat ditemui seusai melatih Persid di di Stadion Jember Sport Garden (JSG).

Pengalaman panjangnya di lapangan menjadi fondasi kuat dalam menjalani peran tersebut. Rofiq pernah membela Persema Malang sejak usia muda, menembus tim senior di usia 17 tahun pada 1997.

Ia lalu melanjutkan karier ke Persid Jember, Mojokerto Putra, Persipro Probolinggo, hingga Persinga Ngawi sebelum akhirnya gantung sepatu di Persid.

Baca Juga: Info Lalin Jember Banyuwangi di Jalur Gumitir: Nekat Mendahului Kendaraan di Jalan Menikung

Ia juga pernah menjadi bagian dari skuad Jawa Timur yang menjuarai PON 2000. Dari perjalanan itu, ia belajar banyak tentang karakter pemain dan dinamika tim. “Dulu saya juga merasakan bagaimana jadi pemain, jadi tahu bagaimana pelatih itu harus bersikap,” tuturnya.

Setelah pensiun pada 2015, ia melanjutkan perjalanan sebagai pelatih. Ia langsung memegang Persid Junior. Ini menjadi awal karir profesionalnya sebagai pelatih.

Selanjutnya, ia menjadi pelatih kepala tim sepak bola Porprov Jember, bahkan mencatatkan prestasi membanggakan dengan membawa tim tersebut meraih medali emas Porprov 2022 dan medali perunggu Porprov IX Malang 2025.

Pengalaman sebagai pelatih kepala itulah yang kini memperkaya sudut pandangnya sebagai asisten. “Kalau dulu di head coach saya yang ambil keputusan, sekarang membantu. Jadi harus tahu posisi,” kata ayah dua anak tersebut.

Peran sebagai asisten pelatih di level kompetisi seperti Liga 4 juga menuntutnya menjadi penghubung antara pelatih kepala dan pemain.

Ia membangun komunikasi yang cair, tanpa menghilangkan batas profesional. Pendekatan itu membuat pemain merasa lebih dekat, tanpa kehilangan rasa hormat. “Kalau di lapangan ya tetap tegas, tapi di luar kita bisa jadi teman. Mau sharing, mau tanya, silakan,” ungkapnya.

Baca Juga: Lanjutan Update Kasus Curanmor SPPG di Jember, Komplotan Pelaku Diduga Empat Orang?

Namun, tantangan terbesar justru datang dari keberagaman karakter pemain. Ada pemain muda yang mudah diarahkan, tapi ada juga pemain senior yang sudah memiliki pengalaman panjang dan prinsip sendiri.

Rofiq memilih untuk merangkul semuanya dengan pendekatan personal. “Yang senior justru harus sering diajak diskusi, diajak sharing. Biar sama-sama enak,” terangnya.

Di balik layar, ada kebiasaan sederhana yang selalu ia lakukan setiap pertandingan. Pria 46 tahun itu tak pernah lepas dari buku catatan. Ia mencatat detail permainan, pergantian pemain, hingga momen-momen penting yang bisa menjadi bahan evaluasi.

“Saya selalu bawa buku. Setiap latihan maupun pertandingan saya catat. Nanti itu jadi bahan masukan,” ujarnya.

Baca Juga: Rektor UIN KHAS Jember: Ulama Harus Jadi Navigator Umat agar Tak Tersesat di Tengah Derasnya Arus Informasi Hoaks

Baginya, analisis bukan sekadar teori, tapi hasil dari ketekunan mengamati. Ia juga menyadari bahwa dunia kepelatihan terus berkembang.

Karena itu, ia aktif belajar dan memperbarui ilmunya melalui berbagai pelatihan dan lisensi. Ia pernah terlibat dalam kursus kepelatihan Lisensi D sebagai asisten instruktur, belajar dari pelatih-pelatih berpengalaman.

“Ilmu itu harus terus di-update. Kita banyak belajar dari yang lebih senior,” pungkas pelatih berlisensi C tersebut. (kin/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #persid #stadion jember sport garden #JSG #Porprov Jatim