Radar Jember – Uang terlihat mirip belum tentu bernilai sama. Kalau tidak teliti, bukan untung yang didapat, tapi buntung. Rupanya akal-akalan membeli barang dengan uang mainan masih terjadi.
Diketahui, seorang pria di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, diamankan polisi setelah diduga mengedarkan uang mainan dengan modus menyuruh seorang bocah membeli rokok di warung sembako.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (6/4) sekitar pukul 12.20 itu sempat viral di media sosial setelah rekaman videonya beredar luas.
Baca Juga: Update Cuaca Jember Kamis 9 April 2026: Potensi Hujan Sore Hari
Kanit Reskrim Polsek Ajung, Aiptu Vivin Mujiyanto, mengatakan kejadian bermula saat seorang bocah datang ke warung di Dusun Penanggungan, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung untuk membeli rokok.
Anak tersebut menyerahkan sejumlah uang pecahan 10 ribu kepada pemilik warung. Namun, penjual merasa curiga karena kondisi fisik uang tampak tidak lazim.
Kecurigaan tersebut terbukti setelah dilakukan pemeriksaan sederhana dan diketahui sebagian uang yang digunakan merupakan uang mainan. Transaksi pun langsung dibatalkan oleh pemilik warung.
Saat dimintai keterangan, bocah tersebut mengaku, hanya disuruh oleh seorang pria yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Komitmen dengan Tegas: Nasib PPPK Jember Aman Sampai 2027
Warga kemudian mengamankan pria tersebut sebelum keduanya dibawa ke Polsek Ajung untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Dari hasil penanganan, polisi mengamankan ratusan lembar uang mainan yang menyerupai pecahan 10 ribu dengan total nominal sekitar 2 juta. “Itu uang mainan, bukan uang palsu. Hanya menyerupai lembaran Rp 10 ribu,” jelas Vivin.
Kapolsek Ajung, AKP Fathur Rozzi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan, pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan penggunaan uang tidak sah dalam transaksi di warung.
“Memang benar, peristiwanya terjadi pada Senin sekitar pukul 12.20,” ujarnya.
Rozzi menambahkan, modus yang digunakan pelaku adalah mencampur uang asli dengan uang mainan agar tidak mudah dikenali oleh penjual. Petugas kemudian mendatangi rumah pelaku dan menemukan barang bukti tersebut.
“Anggota langsung ke lokasi setelah menerima laporan, kemudian mendatangi rumah pelaku dan menemukan barang bukti uang mainan,” ungkapnya.
Meski sempat diamankan selama hampir 20 jam untuk pemeriksaan dan pembinaan, pelaku tidak ditahan karena transaksi belum terjadi dan tidak menimbulkan kerugian. “Pelaku tidak kami tahan karena belum terjadi transaksi jual beli,” tegasnya.
Baca Juga: BRI Salurkan Ambulans untuk Muhammadiyah Tanggul Jember, Perkuat Layanan Kesehatan Warga
Meski demikian, Polisi tetap mewajibkan pelaku menjalani wajib lapor serta mengimbau masyarakat agar lebih teliti memeriksa uang saat bertransaksi.
Melihat hal semacam itu membuat warga juga geram. Sebab, pedagang kecil yang kerap jadi sasaran. Seperti yang dirasakan Riris, pedagang sayur keliling di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari itu pernah mendapat uang mainan. “Dua kali dapat uang mainan. 20 ribu dan 10 ribu,” ungkapnya.
Dari tampilannya seperti uang asli. Hanya merubah tulisan Bank Indonesia menjadi uang mainan Indonesia. Menurutnya, kejadian ini sering terjadi, tidak hanya di Jember tapi juga luar kota. “Sekarang uang mainan itu dijual bebas di toko online,” terangnya. (dhi/dwi)
BEDAKAN UANG ASLI, UPAL, DAN UANG MAINAN
Uang asli (rupiah)
- · Warna terlihat jelas dan tidak pudar
- · Memiliki benang pengaman di dalam kertas
- · Ada gambar tersembunyi saat diterawang
- · Tekstur terasa kasar atau timbul pada bagian tertentu
- · Nomor seri tercetak rapi dan tidak mudah luntur
- · Berlaku sebagai alat pembayaran sah
Uang palsu (upal)
- · Warna cenderung buram atau terlalu mencolok
- · Kertas terasa lebih licin atau tipis
- · Tidak memiliki unsur pengaman asli
- · Cetakan gambar kurang presisi
- · Tidak ada tekstur timbul saat diraba
- · Digunakan menyerupai uang asli untuk transaksi
Uang mainan menyerupai rupiah
- · Biasanya terdapat tulisan uang mainan dalam ukuran kecil
- · Bahan kertas berbeda dari uang asli
- · Warna sering terlalu terang
- · Tidak memiliki fitur pengaman
- · Tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran sah
Cara mudah cek keaslian uang (metode 3D)
Dilihat: perhatikan warna dan detail gambar
Diraba: rasakan bagian kasar atau timbul
Diterawang: lihat tanda air dan benang pengaman
Editor : Imron Hidayatullahh