TEGALREJO, Radar Jember – Ambrolnya plengsengan di sekitar Dam Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang yang berada di Jalan Nasional Jember - Banyuwangi, sepekan lalu hingga kini belum juga mendapat penanganan serius.
Di lokasi, hanya tampak penanganan darurat berupa tumpukan karung pasir yang diperkuat dengan anyaman bambu (sesek) dan sak pasir sebagai penahan sementara.
Kondisi tersebut membuat warga khawatir. Pasalnya, pengaman yang ada dinilai belum cukup kuat, terlebih jika hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.
Baca Juga: Pemkab Bondowoso Bentuk Satgas MBG Dibentuk di Tingkat Kecamatan
Plengsengan yang ambrol sepanjang sekitar 7 meter dengan kedalaman mencapai 5 meter itu berada di jalur nasional penghubung Jember–Banyuwangi. Setiap hari, arus lalu lintas di jalur tersebut terbilang padat, didominasi kendaraan besar seperti truk dan bus.
Akibat ambrolnya bagian bahu jalan, petugas terpaksa memasang rambu pengaman di sekitar lokasi. Dampaknya, kendaraan dari arah barat (Jember) harus mengambil jalur kanan untuk menghindari titik longsor.
Kondisi ini menjadi rawan, terutama saat kendaraan dari dua arah berpapasan.
“Kalau tidak segera diperbaiki, sangat rawan kecelakaan. Kendaraan dari arah barat harus keluar dari marka tengah untuk menghindari rambu di lokasi longsor,” ujar Syamsul Hidayat, 40, warga Desa Sumber Kejayan, Kecamatan Mayang.
Menurutnya, penyempitan jalan akibat pemasangan rambu semakin memperbesar risiko, apalagi jalur tersebut kerap dilintasi kendaraan berat.
Di sisi lain, aktivitas warga juga cukup tinggi, terutama pada pagi hari. “Banyak orang tua mengantar anak ke SDN Tegalrejo 01 dengan berjalan kaki di sisi utara jalan. Itu juga berbahaya,” tambahnya.
Hal senada juga menjadi perhatian pihak kepolisian. Kapolsek Mayang AKP Dian Eko Timoriyono mengimbau para pengendara agar lebih waspada saat melintas di lokasi tersebut.
“Kendaraan dari arah barat terpaksa keluar jalur untuk menghindari rambu. Pengendara dari arah timur harus lebih berhati-hati,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemasangan rambu serta pengaman berupa karung pasir dan sesek bambu dilakukan sebagai langkah darurat. Mengingat posisi longsoran sudah mencapai bahu jalan aspal. “Pengaman sementara sudah dipasang. Tapi ini hanya bersifat darurat, terutama untuk mengantisipasi jika hujan deras kembali terjadi,” pungkasnya. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi