Bukan Pakai APBD? Terkuak Skema Rahasia Pembiayaan Gedung RSD dr Soebandi yang Mangkrak 6 Tahun!

Sidkin • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 18:18 WIB
BANGUNAN TINGGI: Gedung RSD dr Soebandi yang mangkrak lebih dari enam tahun. Rencananya pembangunannya bakal kembali dilanjutkan tahun ini. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
BANGUNAN TINGGI: Gedung RSD dr Soebandi yang mangkrak lebih dari enam tahun. Rencananya pembangunannya bakal kembali dilanjutkan tahun ini. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Gedung empat lantai RSD dr Soebandi Jember mangkrak lebih dari enam tahun. Belakangan ini kembali muncul rencana melanjutkan pembangunannya tahun ini.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, maka bangunan milik Pemkab Jember tersebut ditargetkan sudah dapat difungsikan pada Agustus mendatang.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSD dr Soebandi, dr I Nyoman Semita mengatakan, kelanjutan pembangunan gedung itu menjadi bagian penting dari rencana pengembangan rumah sakit.

Baca Juga: Teror Lempar Batu Sasar Bus Pariwisata Saat Melintas di Jalan Jember Lumajang

Bangunan tersebut nantinya disiapkan untuk pelayanan pasien kelas I, II, dan III serta pusat pendidikan. “Gedung empat lantai itu akan kami renov untuk digunakan pelayanan pasien kelas I, II, dan III serta pusat pendidikannya tenaga kesehatan di sana,” ujarnya, pada awal Maret lalu.

Tidak hanya melanjutkan proyek bangunan yang tertunda, manajemen RSD dr Soebandi juga menyiapkan pengembangan layanan medis baru.

Salah satu layanan yang akan disiapkan adalah hemodialisis atau cuci darah. Layanan tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Nyoman menyebut, untuk mendukung pembiayaan pembangunan, pihak rumah sakit tengah menjajaki skema pinjaman berbunga rendah.

Skema tersebut direncanakan melalui kerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang berada di bawah Kementerian Keuangan. Pinjaman dengan skema soft loan dinilai lebih ringan dibandingkan pembiayaan dari perbankan komersial.

Baca Juga: Plengsengan Ambrol, Jalan Antar Desa di Jember Ini Terancam Putus

“Kami rencanakan kerja sama dengan SMI, bagian dari Kementerian Keuangan, melalui pinjaman soft loan. Kalau tidak salah (bunganya, Red) hanya 2,5 persen,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik akan segera dimulai dalam waktu dekat. Proses konstruksi ditargetkan mulai pada April tahun ini.

Dengan percepatan tersebut, rumah sakit berharap gedung baru bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat. “April bisa mulai membangun dan diharapkan Agustus sudah bisa diresmikan dan digunakan,” ujarnya.

Gedung yang akan dilanjutkan pembangunannya tersebut merupakan gedung rawat jalan empat lantai yang mulai dirancang sejak 2017 pada masa kepemimpinan Bupati Faida.

Proyek awalnya direncanakan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) APBN sekitar Rp 26 miliar. Namun, dalam perjalanannya, Pemkab Jember juga mengalokasikan anggaran tambahan sekitar Rp 16 miliar melalui APBD 2019.

Penyelesaian gedung tersebut juga sempat menjadi sorotan DPRD Jember dalam rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2024.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, BRI Renovasi Gedung MTs Nuruz Zaman di Mayang Jember

Pada Rapat Paripurna Perubahan APBD 2025, Agustus lalu, Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan peninjauan ulang terhadap Detail Engineering Design (DED) atau rancangan teknik terperinci melalui konsultan perencana.

Kajian tersebut dilakukan menggunakan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar pembangunan dapat dilanjutkan secara tepat.

“Selanjutnya proyek pembangunan gedung itu akan diusulkan dalam tahun anggaran 2026. Sehingga dampak manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” katanya di gedung DPRD Jember, Senin (4/8/2025) malam. (kin/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember RSD Soebandi APBD Faida proyek infrasruktur