BALUNG, Radar Jember - Aksi pelemparan batu terhadap bus pariwisata terjadi di wilayah Balung, Jember Sabtu malam (4/4).
Peristiwa tersebut menyebabkan kaca depan bus pecah dan sempat membuat penumpang panik saat perjalanan berlangsung.
Insiden itu menimpa bus pariwisata Vios Tran bernopol AD7139OD yang melaju dari Banyuwangi menuju Lumajang.
Baca Juga: Plengsengan Ambrol, Jalan Antar Desa di Jember Ini Terancam Putus
Saat melintas di Jalan Nasional Jember – Lumajang, tepatnya di depan SPBU Desa Balung Lor, bus tiba-tiba menjadi sasaran pelemparan oleh orang tak dikenal dari arah berlawanan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pelaku diduga dua pria berboncengan mengendarai sepeda motor matic. Ketika berpapasan, salah satu pelaku langsung melempar batu ke arah kaca depan bus hingga pecah seketika.
Sopir bus segera menghentikan kendaraan untuk memastikan kondisi penumpang. Suasana di dalam bus sempat tegang karena suara benturan keras disusul serpihan kaca yang berhamburan di bagian depan kabin.
Salah satu penumpang, Khafit Izaz Abiyyu, menceritakan kejadian berlangsung sangat cepat dan mengejutkan.
Baca Juga: Ini Nama Lengkap Kajari Karo Danke Rajagukguk, Punya Rekor dan Gaya Kepemimpinannya Seperti Ini
“Tiba-tiba terdengar suara keras, penumpang langsung kaget. Kami tidak menyangka ada orang melempar batu ke bus,” ujarnya.
Setelah kejadian, sopir bersama warga sempat berusaha mengejar pelaku menggunakan sepeda motor.
Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena pelaku lebih dulu melarikan diri dan menghilang dari lokasi.
Akibat aksi tersebut, pihak operator bus diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp 6 juta akibat kerusakan kaca depan kendaraan.
Beruntung tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut, meski penumpang sempat diliputi rasa takut.
Kasus pelemparan itu telah dilaporkan ke Polsek Balung dan kini dalam penanganan kepolisian. Laporan tercatat dalam tanda bukti lapor tertanggal 5 April dan ditandatangani petugas atas nama Kepala SPKT Polsek Balung, Aipda Hery Yulianto, yang kini menjadi dasar penyelidikan untuk mengungkap pelaku. (dhi/dwi)
Editor : M. Ainul Budi