Radar Jember – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di wilayah Jember kota kembali terlihat dalam beberapa hari terakhir.
Meski belum separah saat distribusi BBM terganggu akibat penutupan Jalur Gumitir tahun lalu, kondisi ini tetap memicu keluhan masyarakat, sejak awal April, antrean sepeda motor mulai mengular.
Pantauan di beberapa SPBU menunjukkan antrean didominasi kendaraan roda dua. Pengendara harus menunggu lebih lama dari biasanya untuk mendapatkan bahan bakar.
Baca Juga: Stabilitas Harga Diawasi, Polres Jember Pastikan Tak Ada Permainan
Situasi tersebut membuat aktivitas warga ikut terganggu, terutama mereka yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja.
Di sisi lain, stok BBM pada pedagang eceran justru tampak terbatas.
Banyak lapak bensin botolan hanya menyisakan satu hingga tiga botol di etalase, padahal, aktivitas tengkulak BBM di SPBU selalu terlihat ramai sepanjang hari.
Ridho, salah satu warga yang ikut mengantre, mengaku heran dengan kondisi tersebut.
Ia menilai ada ketidaksesuaian antara ramainya pembeli yang diduga tengkulak di SPBU dengan minimnya stok yang dijual kembali di tingkat pengecer.
Baca Juga: Perluas Pemberdayaan Pekerja Rentan, Driver Ojol Perempuan di Jember Didorong Punya Income Sampingan
Menurutnya, sepeda motor jenis Thunder kerap terlihat bolak-balik mengisi BBM dan ikut memperpanjang antrean.
Namun, hasil pembelian dalam jumlah besar itu tidak sebanding dengan ketersediaan bensin di pedagang eceran yang justru cepat habis.
“Setiap hari kelihatan ramai yang antre pakai motor sama, bahkan bisa bolak-balik. Tapi anehnya di penjual eceran stoknya tetap sedikit. Jadi sebenarnya BBM itu ke mana,” ujarnya dengan nada heran.
Kondisi tersebut kemudian membuat masyarakat memilih langsung mengisi BBM di SPBU karena sulit mendapatkan bensin di pengecer.
Akibatnya, antrean semakin panjang dan pelayanan menjadi lebih lambat dibandingkan hari biasa.
Warga berharap ada pengawasan lebih serius terhadap pola pembelian BBM di lapangan.
Baca Juga: Stabilitas Harga Diawasi, Polres Jember Pastikan Tak Ada Permainan
Transparansi distribusi dinilai penting agar pasokan benar-benar sampai ke masyarakat dan tidak menimbulkan kecurigaan maupun keresahan di tengah antrean yang terus terjadi.
“Kalaupun untuk kebutuhan perekonomian setidaknya jangan sampai memanfaatkan situasi,” pungkasnya. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh