KEPATIHAN, Radar Jember – Satgas Saber Pangan Jember intesifkan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta mencegah potensi permainan pasar pada komoditas bahan pokok penting (bapokting).
Sidak melibatkan Polres Jember bersama instansi terkait dengan menyasar pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
Beberapa pasar yang menjadi lokasi pengecekan antara lain Pasar Tanjung, Pasar Kreongan, dan Pasar Kranjingan. Petugas memantau langsung harga jual, ketersediaan stok, serta rantai distribusi barang.
Baca Juga: Info Lalu Lintas Jember: Jalur Gumitir Masih Saja Macet Gara-gara Ini
Kanit Tipidter Polres Jember Ipda Harry Sasono mengatakan, pengawasan rutin diperlukan untuk memastikan mekanisme pasar berjalan wajar.
Selain itu, sidak juga menjadi langkah preventif agar tidak terjadi praktik penimbunan maupun spekulasi harga oleh oknum tertentu.
“Dari hasil sidak yang kami lakukan, secara umum ketersediaan bahan pokok masih aman. Namun memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, bahkan melampaui Harga Eceran Tertinggi maupun Harga Acuan Pemerintah,” ujarnya kepada awak media.
Ia menjelaskan, harga beras premium dan medium masih relatif stabil di pasaran. Beras premium rata-rata dijual di kisaran Rp14.900 per kilogram, sehingga masih dalam kategori terkendali berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.
Sementara itu, cabai rawit merah tercatat masih bertahan pada harga tinggi dan berada di atas HET.
Baca Juga: Anggota Komisi III DPR RI Sebut Sosok Habib Sholeh Jadi Teladan Nyata di Pengabdian Sosial
Untuk minyak goreng kemasan sederhana merek Minyak Kita, pedagang masih menjual sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Disisi lain, beberapa komoditas justru menunjukkan tren penurunan harga. Di antaranya daging sapi, daging ayam ras, telur ayam, bawang merah, serta bawang putih yang mengalami koreksi harga seiring pasokan yang mencukupi.
Ipda Harry menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengawasan intensif bersama instansi terkait.
“Pengawasan ini untuk memastikan tidak ada permainan harga di pasaran. Harapannya stabilitas harga tetap terjaga sehingga masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang wajar,” pungkasnya. (dhi/bud)
Editor : M. Ainul Budi