Radar Jember - Kasus dugaan pengeroyokan dan perundungan (bullying) terhadap seorang pelajar kelas 1 SMK berinisial F, 15, di Kecamatan Kencong, Jember, terus bergulir.
Ini juga mendapat perhatian serius dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Jember. Sebab peristiwa yang melibatkan sekitar 10 pemuda tersebut tidak hanya menyisakan luka fisik, tetapi juga trauma bagi korban.
Dinsos PPPA Jember langsung bergerak cepat dengan mengutus petugas serta pekerja sosial (peksos) untuk memberikan pendampingan. Tidak hanya korban, perlindungan juga diberikan kepada para terduga pelaku.
Baca Juga: Pencarian Hari Ketujuh, Wisatawan Cianjur yang Hilang di Pantai Papuma Jember Belum Ditemukan
Sebab, seluruhnya masih berstatus anak di bawah umur. Upaya ini dilakukan untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai dengan prinsip perlindungan anak.
Kabid Perlindungan Anak Dinsos PPPA Jember, Sugeng Riyadi, menyebut, para terduga pelaku berasal dari latar belakang sekolah yang berbeda-beda.
Bahkan, dari hasil penelusuran sementara, tidak ada satu pun pelaku yang berasal dari sekolah yang sama dengan korban. “Beberapa terduga pelaku ada yang dari SMA dan ada yang dari SMP,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari total 10 orang terduga pelaku, salah satunya masih berstatus pelajar SMP.
Baca Juga: Halalbihalal MKKS SMP Jember: Solidkan Sinergi Para Kepala Sekolahjem
Kondisi ini membuat pihaknya harus berkoordinasi lintas instansi, termasuk dengan Dinas Pendidikan Jember dan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Jember-Lumajang untuk memastikan penanganan yang tepat.
Sementara itu, terkait motif, dugaan sementara insiden pengeroyokan dipicu persoalan komunikasi. Salah satu pelaku disebut tidak terima atas kiriman pesan suara dari ponsel korban yang dikirim oleh temannya.
Meski begitu, aparat kepolisian masih terus mendalami keterangan dari para pihak yang terlibat. Sugeng menegaskan, kondisi korban saat ini masih dalam tahap pemulihan dan belum memungkinkan untuk kembali bersekolah.
“Korban masih ada sedikit lebam, tidak sampai parah. Namun, tetap ada bekas luka dan kemungkinan trauma. Pendampingan diberikan kepada korban dan juga para pelaku. Kami pastikan semua mendapat perlindungan,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh