Radar Jember - Curah hujan tinggi di wilayah Kecamatan Mayang menyebabkan plengsengan di sekitar dam Desa Tegalrejo ambrol.
Hal itu juga cukup berbahaya, sebab berada di Jalan Nasional Jember – Banyuwangi.
Diketahui, plengsengan yang berada tepat di tepi jalan nasional itu ambrol pada Sabtu malam (28/3). Beruntung tidak ada pengguna jalan yang celaka.
Sementara, pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (2/3) kondisi plengsengan tersebut sudah diperbaiki sementara dengan tumpukan karung berisi pasir.
Baca Juga: Pecah Rekor 5 Tahun! Pertumbuhan Ekonomi Jember Tembus 5,47 Persen, Lampaui Jatim Hingga Nasional!
Sementara, barrier dan cone traffic juga dipasang di bahu jalan. Agar tidak dilewati kendaraan.
Hartono, juru pengairan Mayang mengatakan, plengsengan sepanjang sekitar 7 meter dengan kedalaman 5 meter itu berada di jalur nasional penghubung Jember–Banyuwangi.
Material longsoran berupa batu menutup saluran irigasi yang mengairi sekitar 979 hektare sawah di Desa Mrawan dan Desa Mayang.
Dia mengatakan, sebelum ambrol besar terjadi, sempat ada longsoran kecil di lokasi tersebut. Namun, area itu justru dimanfaatkan warga untuk membuang sampah.
Curah hujan tinggi kemudian memicu longsor susulan yang lebih parah.
“Jika tidak segera diperbaiki, longsoran bisa semakin meluas karena posisi sudah mendekati bahu jalan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Mayang AKP Dian Eko Timuriono membenarkan kejadian tersebut.
Untuk penanganan sementara, pihak terkait telah memasang puluhan karung berisi pasir dan anyaman bambu guna menahan longsor susulan.
Rambu peringatan juga dipasang di sekitar lokasi agar pengendara, khususnya kendaraan besar, lebih berhati-hati saat melintas.
Di sisi lain, warga berharap Dinas PU Bina Marga Provinsi segera melakukan perbaikan permanen.
Mereka menilai penanganan sementara dengan karung pasir belum cukup kuat menahan arus air, terutama saat hujan deras.
“Seharusnya dipasang bronjong agar lebih kuat. Kalau hanya karung pasir, khawatir ambrol lagi,” kata Samsul, warga setempat.
Ia juga mengingatkan, jika longsor kembali terjadi dan menutup saluran irigasi. Maka, dampaknya bisa merugikan ratusan hektare lahan pertanian di wilayah hilir. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh