Radar Jember - Konflik bersenjata yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat-Israel kini tengah mengguncang jalur perdagangan minyak dunia.
Di tengah ancaman krisis energi global itu, pemerintah mengambil langkah berani dengan tetap menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 April 2026.
Keputusan ini mendapat apresiasi luar biasa dari Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Ia menyebutnya sebagai tameng bagi stabilitas ekonomi. Di saat negara-negara di Asia Tenggara mulai limbung dan menaikkan harga energi, Indonesia memilih untuk tetap konsisten menjaga daya beli masyarakat.
"Langkah pusat ini adalah napas lega bagi kita semua. Eskalasi konflik di Timur Tengah memang memicu fluktuasi harga minyak mentah, namun komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM menunjukkan keberpihakan nyata pada rakyat kecil," katanya, saat ditemui seusai rapat paripurna LKPJ Bupati 2025, di DPRD Jember (31/3).
Gus Fawait, sapaan dia, menyebut pasokan BBM di Jember tetap aman terkendali. Ia menepis isu kelangkaan yang sering muncul di tengah situasi krisis.
Meski demikian, ia juga mengingatkan warga tetap waspada dan mulai menerapkan gaya hidup hemat energi sebagai bentuk dukungan terhadap beban subsidi negara.
Pemkab Jember juga disebutnya siap menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) maupun pembelajaran daring jika sewaktu-waktu instruksi efisiensi nasional diberlakukan.
"Stok kita aman, tapi mari bijak mengonsumsi energi. Gunakan BBM, terutama yang bersubsidi, secara terukur agar kita kuat menghadapi dampak krisis global ini bersama-sama," pungkas mantan legislator DPRD Jatim itu. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh