Radar Jember - Pencarian M. Sheva Yusuf, 22, wisatawan asal Cianjur, Jawa Barat, yang terseret ombak di Pantai Papuma, terus dilakukan.
Pada hari keempat pencarian, kemarin (31/3), suasananya berbeda.
Tak hanya tim SAR gabungan yang menyisir laut, sejumlah ibu-ibu dari keluarga korban nekat ikut naik jukung, lengkap dengan pelampung.
Mereka mengelilingi lokasi tempat Sheva terseret ombak, berharap ada tanda-tanda keberadaan sang anggota keluarga.
Baca Juga: Warga Jember Wajib Baca Statmen Resmi Pertamina Ini: Soal Isu Hoax Harga Baru
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, menunjukkan tekad keluarga yang kuat, meski cuaca laut tidak bersahabat.
Meninggalnya wisatawan di pantai-pantai Jember pada momen libur Lebaran memang bukan hal baru.
Setiap musim libur panjang, ombak pantai selatan kerap menelan korban jiwa.
“Yang membuat kaget kali ini adalah ada wisatawan di Pantai Papuma yang meninggal dunia terseret ombak,” ujar Yusman Arif, warga Tanggul.
Baca Juga: Gus Fawait Endus Ulah Spekulan Gas Melon: Stok LPG 3 Kg di Jember Aman, Harga Pengecer Harus Diawasi
Yusman, yang juga Anggota Luar Biasa Mahapena FEB Unej,ini menambahkan bahwa Pantai Payangan dan Paseban, menjadi lokasi yang kerap memakan korban.
Oleh karena itu, dirinya merasa kaget ada wisatawan di Papuma meninggal terseret ombak.
Bahkan, lokasi langganan korban jiwa yaitu Pantai Payangan justru pada libur Lebaran tahun ini tidak ada insiden.
“Kalau orang Jember itu tahu, kalau mau aman mandi di Pantai Papuma hanya di lokasi bersandarnya kapal. Bukan di dekat tebing,” jelasnya. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh