Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sensasi Jadi Ksatria Ombak Selatan: Wisatawan Padati Pesisir Watu Ulo untuk Berkuda di Pasir Hitam Selama Libur Lebaran

Maulana RJ • Rabu, 1 April 2026 | 07:00 WIB
TAK LEKANG OLEH WAKTU: Menikmati senja di atas punggung kuda, sembari menanti hidangan laut tersaji, adalah cara sederhana namun mendalam untuk merayakan kemenangan di hari yang fitri bersama orang-orang tersayang. (MAULANA/RADAR JEMBER)
TAK LEKANG OLEH WAKTU: Menikmati senja di atas punggung kuda, sembari menanti hidangan laut tersaji, adalah cara sederhana namun mendalam untuk merayakan kemenangan di hari yang fitri bersama orang-orang tersayang. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Di tengah keriuhan libur Lebaran, pesona berkuda menyusuri bibir pantai menjadi magnet baru yang memikat hati para pelancong. Kenangan ini yang dialami wisatawan saat menghabiskan musim liburan Idulfitri di Watu Ulo.

Di sepanjang garis Pantai Watu Ulo yang melegenda dengan batu memanjang bersisik ular raksasa atau naga ini, ada pemandangan tak biasa tersaji. Belasan kuda nampak gagah melangkah pelan, membelah buih ombak yang menyapu daratan.

Para wisatawan, mulai dari anak-anak hingga dewasa tampak antusias duduk di atas pelana. Menikmati sensasi bergoyang mengikuti irama langkah sang kuda sembari menatap cakrawala samudera yang tak berujung, serta deburan ombak khas Pantai Selatan Watu Ulo.

Baca Juga: Warga Jember Wajib Baca Statmen Resmi Pertamina Ini: Soal Isu Hoax Harga Baru

Kehadiran kuda-kuda sewaan milik warga lokal ini menjadi primadona selama musim libur Idul Fitri belum lama ini. Dengan cekatan, para pemandu yang merupakan warga sekitar menuntun tali kekang, memastikan setiap langkah kuda tetap aman di jalur pasir yang padat.

Bagi banyak pengunjung, ini bukan sekadar wisata biasa, tetapi cara terbaik untuk menikmati keganasan ombak pantai selatan tanpa harus basah kuyup, namun tetap merasakan pengalaman berkesan dengan alam Jember yang masih asri.

"Rasanya seperti menjadi ksatria di film-film, apalagi latar belakangnya ombak besar begini," kata Rian, wisatawan asal Surabaya yang datang bersama rekan-rekan sekantornya.

Baginya, pengalaman berkuda bersama teman merupakan momen langka yang mempererat kebersamaan. Sembari tertawa lepas, ia dan kawan-kawannya sesekali berswafoto di atas punggung kuda, mengabadikan siluet mereka yang kontras dengan langit sore yang mulai memerah di ufuk barat.

Tak hanya bagi kaum muda, spot berkuda ini menjadi ruang bahagia bagi keluarga kecil. Seperti yang dirasakan oleh Arini, wisatawan asal Bondowoso yang tampak mendampingi buah hatinya menunggangi kuda dengan penuh keceriaan.

Baca Juga: Dirut BPJS Kesehatan Kunjungi RSBS Jember: Pastikan Layanan JKN Berkualitas Tanpa Diskriminasi

"Anak saya senang sekali, awalnya takut tapi karena pemandunya sabar, dia malah ketagihan. Ini pengalaman pertama dia naik kuda di pinggir pantai, jadi kenangan Lebaran yang sangat berkesan buat kami sekeluarga," tuturnya dengan wajah berseri-seri.

Pemilik kuda, mematok harga Rp 20 ribu untuk satu orang dan R p30 ribu bagi mereka yang ingin naik tandem berdua atau berboncengan. Perjalanan pulang-pergi di atas pasir hitam yang pekat ini memberikan sensasi tersendiri, sambil menikmati lanskap Watu Ulo, yang fenomenal bukan saja dari susunan bebatuan yang menjorok ke laut lepas. Namun juga dengan keindahan pasir alaminya yang berwarna hitam pekat.

Apalagi ditambah, kemudahan akses pun kini semakin terasa berkat penerapan one gate system yang mengintegrasikan Pantai Watu Ulo dengan Pantai Papuma. Hanya dengan merogoh kocek Rp 12.500 per tiket, pengunjung sudah mendapatkan akses destinasi ikonik Jember: Pantai Watu Ulo dan Papuma.

Setelah puas menikmati eksotisme pasir hitam dan deburan ombak yang garang di Watu Ulo, wisatawan bisa langsung meluncur ke Papuma untuk disambut hamparan pasir putih bersih yang tenang dan panorama alam yang luar biasa estetik.

Kombinasi antara hitamnya pasir Watu Ulo dan putihnya Papuma, menciptakan simfoni visual yang sulit ditemukan di tempat lain di pesisir selatan Jawa. Setelah energi terkuras karena keseruan berkuda dan berjalan-jalan, para wisatawan tak perlu bingung mencari amunisi perut.

Baca Juga: Gus Fawait Endus Ulah Spekulan Gas Melon: Stok LPG 3 Kg di Jember Aman, Harga Pengecer Harus Diawasi

Di sepanjang bibir pantai Watu Ulo, berjejer warung-warung makan yang menyajikan aneka olahan seafood segar hasil tangkapan nelayan lokal. Wangi ikan bakar yang berpadu dengan sambal khas daerah pesisir.

"Ada paket kuliner seafood hasil tangkapan nelayan sini, tentu masih segar-segar ikannya. Cocoklah buat pengunjung yang ingin menyantap hidangan di pinggir pantai," tambah Pak Man, sapaan akrab, pemilik warung makan "Pak Man" di Pantai Watu Ulo. (dwi)
 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Lebaran #Jember #pantai papuma #Pantai Watu Ulo #wisata jember