Radar Jember – Sekolah-sekolah di Jember banyak yang mempersiapkan pelaksanaan ujian tes kemampuan akademik (TKA).
SD maupun SMP di tengah kota mungkin lebih ringan dalam mempersiapkan pelaksanaan itu dibandingkan dengan yang ada di pelosok desa, dan tantangannya pasti lebih.
Salah satunya seperti tantangan sinyal, seperti yang dihadapi SMPN 4 Tempurejo, di Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Meski begitu, sekolah telah siap melaksanakan TKA Tahun 2026.
Baca Juga: Ambisi Pemkab Jember Pecahkan Rekor Penurunan Kemiskinan 10 Tahun Jadi di Bawah 200 Ribu
Kepala SMPN 4 Tempurejo R Ach Djauhari mengatakan, sekolah sudah melakukan ujicoba dan gladi bersih untuk melangsungkan TKA mandiri. “Untuk laptop, kami pinjam pada teman-teman,” katanya.
Di sekolah ini sampai sekarang tergolong sulit sinyal. Namun, tetap melaksanakan TKA mandiri dengan siasat tertentu. “Kami mandiri seperti tahun 2025,” ucapnya.
Djauhari menyebut, Sinyal di sekolahnya sudah ada dan lumayan, karena ada bantuan dari Komdigi melalui Diskominfo Jember. Apalagi, aliran listrik PLN juga sudah masuk, sehingga sinyal sudah cukup baik.
Namun, guna mengantisipasi pelaksanaan TKA agar lancar, sekolah memutuskan untuk numpang tempat di SMPN2 Tempurejo.
Baca Juga: Pelajar Asal Lumajang Hilang Terseret Arus Sungai Bondoyudo Kencong Jember
“Pelaksanaan TKA mandiri, tetapi tempatnya masih di SMPN2 Tempurejo seperti tahun kemarin,” ulasnya.
Dia juga menyebut, sebelum PLN masuk, mereka menggunakan tenaga surya bantuan dari mahasiswa Unej.
Diceritakan, setiap ujian seperti ANBK, sekolah juga pernah bergabung ke sekolah swasta. Padahal, biasanya sekolah swasta yang gabung ke sekolah negeri.
Namun, itu dulu terpaksa dilakukan demi kelancaran ujian. Siswa SMPN 4 Tempurejo juga pernah bergabung di SMP PGRI 3 Tempurejo.
Ini karena Internet bermasalah dan waktu itu tidak ada jaringan PLN. “Kini PLN sudah ada, namun masih terkendala sinyal saja,” paparnya.
Sekolah juga sempat bergabung ke SMP swasta karena alasan komputer dan sinyal. Kini, demi kelancaran TKA, bergabung ke SMPN 2 Tempurejo.
Baca Juga: Mahasiswa Jember di Seluruh Indonesia Wajib Tahu! Ini Aturan Baru Beasiswa Pemkab
“Untuk siswa yang nantinya ikut TKA terpaksa harus menumpang dan menginap di rumah warga atau saudaranya yang dekat dengan sekolah yang ditempati TKA,” kata Djauhari.
Hal ini harus dilakukan karena jarak dari rumah ke sekolah tempat gabung cukup jauh. Jika tidak menginap, maka siswa harus diantar oleh orang tuanya lebih pagi.
Penting diketahui, SMPN 4 Tempurejo di Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo. Sekolah yang sudah dibangun sejak tahun 1912 dan lokasinya jauh dari kota dan sulit jaringan internet.
Lokasi sekolah ini, dikelilingi bukit di Afdeling Terate, PTPN 12 Kebun Kotta Blater, Kecamatan Tempurejo.
Baca Juga: Tetap Eksis di Era Modern, Tradisi Pegon Jember Kini Diusulkan Jadi Warisan Budaya Nasional
"Anak-anak siap ikut ujian, seperti mengikuti ANBK atau TKA harus bergabung ke lembaga lain yakni ke SMPN 2 Tempurejo. Hal ini karena di sekolah sulit internet dan tidak ada jaringan," jelas Djauhari. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh