Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukan Sekadar Tes: Nilai TKA Jember Jadi Indikator Strategis Masuk Sekolah Lewat Jalur Prestasi

Sidkin • Senin, 30 Maret 2026 | 05:30 WIB
FOKUS: Siswa SMPN 2 Jember menjalani gladi bersih TKA di laboratorium komputer, Selasa (10/3). Pada hari pertama, terjadi eror server pusat, sehingga serentak TKA tak dapat dilakukan. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
FOKUS: Siswa SMPN 2 Jember menjalani gladi bersih TKA di laboratorium komputer, Selasa (10/3). Pada hari pertama, terjadi eror server pusat, sehingga serentak TKA tak dapat dilakukan. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Ujian Nasional memang telah dihapus sejak lama. Tapi kini penggantinya sudah ada. Tahun ini, untuk pertama kalinya, puluhan ribu siswa di Jember akan merasakannya.

Namanya Tes Kemampuan Akademik (TKA). Memang bukan penentu kelulusan, tapi bukan berarti bisa disepelekan.

Lebih dari 54.000 siswa SD, MI, dan SMP di Jember sudah terdaftar sebagai peserta TKA perdana yang bergulir April nanti.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember sudah turun lapangan, simulasi dan gladi bersih sudah digelar, surat pun sudah dikirim ke PLN dan Telkom.

Baca Juga: Ambisi Pemkab Jember Pecahkan Rekor Penurunan Kemiskinan 10 Tahun Jadi di Bawah 200 Ribu

Semua disiapkan serius untuk sebuah tes yang tidak menentukan kelulusan, tapi hasilnya bisa berbicara banyak soal masa depan akademik seorang anak.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Arief Tjahjono tidak bisa menyembunyikan antusiasmenya.

Selama berhari-hari pada pertengahan Maret lalu, ia turun langsung memantau gladi bersih TKA di sejumlah sekolah, yang ditemuinya cukup melegakan.

Puluhan siswa duduk rapi di depan layar komputer, fokus membaca soal, sementara pengawas berkeliling memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar.

Baca Juga: Pelajar Asal Lumajang Hilang Terseret Arus Sungai Bondoyudo Kencong Jember

"Sampai saat ini hasil monev di SD berjalan lancar. Tidak ada kendala listrik maupun jaringan di sekolah yang kami tinjau," katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, Kamis (12/3) lalu.

Meski demikian, Arief tahu, di lapangan tidak selalu semulus laporan. Beberapa sekolah sempat tersandung gangguan server pusat saat gladi bersih berlangsung sebelumnya.

Untungnya tidak lama dan itu bisa dilanjutkan kembali.

Untuk mencegah kejadian tak diinginkan saat hari-H, Dispendik sudah lebih dulu berkirim surat ke PLN dan Telkom.

Mereka meminta tidak ada pekerjaan perbaikan jaringan listrik maupun internet selama TKA berlangsung.

Beberapa sekolah di wilayah yang sinyalnya kurang bersahabat juga sudah menyiapkan sistem semi-online sebagai cadangan.

Baca Juga: Mahasiswa Jember di Seluruh Indonesia Wajib Tahu! Ini Aturan Baru Beasiswa Pemkab

Dari sisi peserta, angkanya cukup mengesankan. Lebih dari 25.600 siswa SD dan 8.300 siswa MI sudah siap menghadapi TKA, ditambah lebih dari 20.000 siswa SMP (lihat grafis).

Hampir semua sekolah ikut serta, partisipasi menembus 98 persen. Hanya tiga sekolah yang absen, itu pun bukan karena enggan, melainkan karena statusnya sekolah baru yang belum punya siswa kelas akhir.

Lalu apa sebenarnya yang diuji? Tidak banyak. Hanya dua mata pelajaran: Matematika untuk numerasi dan Bahasa Indonesia untuk literasi.

Baca Juga: Tetap Eksis di Era Modern, Tradisi Pegon Jember Kini Diusulkan Jadi Warisan Budaya Nasional

Sederhana, tapi bagi Arief, justru di situlah letak pentingnya. TKA dirancang untuk melihat capaian akademik siswa sekaligus memotret kualitas pembelajaran di sekolah secara lebih objektif.

Hasilnya nanti bisa menjadi gambaran rapor, bukan hanya bagi siswa, tapi juga bagi setiap sekolah.

Karena itu Arief berharap siswa tidak menganggap TKA sebelah mata. Meski tidak menjadi syarat kelulusan, nilai yang diperoleh tetap punya arti, terutama bagi mereka yang ingin masuk ke sekolah berikutnya lewat jalur prestasi.

"Walaupun tidak menentukan kelulusan, TKA ini bisa menjadi salah satu indikator saat siswa melanjutkan ke jenjang berikutnya. Karena itu kami berharap siswa bisa mengerjakannya dengan sungguh-sungguh," tegasnya.

Hal senada disampaikan Muhammad Ridoi, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dispendik Jember. Nilai TKA, katanya, bisa menjadi salah satu indikator dalam penilaian untuk melanjutkan pendidikan.

Namun untuk seleksi masuk SMA, Ridoi mengakui petunjuk teknisnya belum turun dari Dinas Pendidikan Provinsi. “Seberapa besar bobot nilai TKA dalam jalur prestasi SMA, kami masih menunggu regulasi resmi,” katanya. (kin/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#gladi bersih #tka #Tes Kemampuan Akademik #Dispendik Jember