Radar Jember - Aktivitas di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan/Kecamatan Patrang, mulai kembali berjalan normal.
Kemarin (27/3), jemaah salat Jumat tampak memenuhi hampir seluruh saf masjid.
Suasana ibadah berlangsung seperti sediakala, meski jejak peristiwa ledakan beberapa waktu lalu masih menyisakan tanda. Langit-langit yang rusak masih terlihat.
Sebagian area tampak telah dibersihkan, namun bekas kejadian masih menyisakan pengingat bagi warga.
Meski begitu, jemaah tetap khusyuk menjalankan ibadah sejak masjid kembali dibuka untuk umum. Masjid tersebut bahkan telah digunakan untuk pelaksanaan salat Id pekan lalu.
Salah satu jemaah, Wardiono, mengaku sempat diliputi rasa cemas usai mendengar kabar ledakan. Namun kekhawatiran itu perlahan hilang setelah ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian.
“Awalnya takut, apalagi ramai kabar macam-macam. Tapi setelah polisi memastikan aman, kami kembali salat berjamaah seperti biasa,” ujarnya.
Baca Juga: Selang Kompor Putus Warung Mie di Balung Jember Terbakar
Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mempercepat proses sterilisasi agar aktivitas ibadah masyarakat tidak terganggu terlalu lama, terutama menjelang lebaran kemarin.
Menurutnya, sejak awal penanganan dilakukan secara terukur dengan melibatkan tim gabungan dari berbagai satuan untuk memastikan keamanan lokasi.
“Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat,” jelasnya.
Setelah olah TKP, pemeriksaan forensik, dan sterilisasi selesai, pihaknya pastikan masjid sudah aman sehingga bisa kembali digunakan.
“Setelah sehari kejadian, police line dibuka, dan kami laksanakan kerja bakti untuk membersihkan area masjid agar segera bisa digunakan kembali,” imbuhnya.
Ia menegaskan, hasil penyelidikan sementara tidak menemukan indikasi penggunaan bahan peledak ataupun unsur terorisme.
Berdasarkan analisis tim laboratorium forensik dan penjinak bom (jibom), ledakan diduga dipicu reaksi panas berlebih dari zat tertentu yang tersimpan di dalam almari besi di area masjid.
“Dugaan sementara akibat peningkatan temperatur pada zat kimia yang bersifat reaktif.
Namun pendalaman tetap kami lakukan untuk memastikan penyebab secara ilmiah,” tambah Bobby.
Baca Juga: Ujian Tanpa Tekanan: SMK IBU Pakusari Hadirkan Orang Tua di Kelas demi Redam Stres Siswa
Kapolres juga mengapresiasi sikap masyarakat yang tetap tenang serta tidak terprovokasi informasi yang beredar di media sosial.
Ia mengimbau warga agar selalu mengedepankan informasi resmi dari aparat dan bersama-sama menjaga situasi keamanan lingkungan.
“Alhamdulillah masyarakat tetap kondusif. Kami terus melakukan monitoring dan memastikan kegiatan ibadah maupun aktivitas warga berjalan aman dan nyaman,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh