Radar Jember — Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember mengimbau wisatawan agar tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan saat berkunjung ke berbagai destinasi.
Lonjakan pengunjung diperkirakan terjadi di sejumlah objek wisata favorit, terutama kawasan pantai di wilayah selatan Jember.
Kepala Disporabudpar Jember Bobby Arie Sandy mengatakan, pengawasan di sejumlah titik wisata telah dilakukan bersama berbagai instansi terkait.
Personel gabungan disiagakan untuk membantu pengaturan pengunjung sekaligus menjaga situasi tetap kondusif selama masa libur Lebaran.
Menurut Bobby, pengamanan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Unsur TNI dan Polri dari dua muspika, yakni Ambulu dan Wuluhan, turut dilibatkan dalam pengawasan kawasan wisata.
Selain itu, dukungan juga datang dari BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Dinas Kesehatan.
“Kami melibatkan unsur TNI dan Polri dari dua Muspika, yakni Ambulu dan Wuluhan, serta dukungan penuh dari BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Baca Juga: Selang Kompor Putus Warung Mie di Balung Jember Terbakar
Salah satu perhatian utama berada di kawasan Pantai Watu Ulo yang setiap tahun menjadi magnet wisatawan saat libur Lebaran.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, rekayasa lalu lintas diberlakukan jika jumlah kendaraan sudah melampaui kapasitas area parkir dan pintu masuk.
Berdasarkan kesepakatan dengan pengelola kawasan, PT Palawi dan PT Watu Ulo, jalur utara akan difungsikan sepenuhnya sebagai jalur keluar apabila area parkir telah penuh.
Skema tersebut diharapkan mampu mengurai antrean kendaraan dan mencegah kemacetan panjang di sekitar kawasan wisata.
Selain pengaturan lalu lintas, Disporabudpar juga mengingatkan para wisatawan agar tidak khawatir dengan harga makanan di kawasan pantai.
Pemerintah daerah bersama pelaku UMKM menghadirkan Pusat Kuliner Seafood Watu Ulo yang menawarkan paket makanan dengan harga pasti.
“Bersama teman-teman UMKM, kami menyediakan paket kuliner seharga Rp 40 ribu per orang. Pengunjung sudah bisa menikmati nasi putih, ikan bakar, pilihan cumi atau udang tepung, lengkap dengan lalapan, sambal, dan es jeruk,” jelas Bobby.
Ia menambahkan, program tersebut bertujuan memberikan kepastian harga sekaligus menjaga kenyamanan wisatawan yang ingin menikmati kuliner sambil menikmati panorama garis pantai.
Konsep paket juga diharapkan mampu menghindari keluhan terkait fluktuasi harga saat musim liburan.
Di sisi lain, Disporabudpar juga mengingatkan pengunjung yang berwisata ke kawasan air terjun atau destinasi alam di lereng gunung agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca.
Jika air sungai tiba-tiba berubah keruh, maka wisatawan diminta segera menjauh dari aliran air karena berpotensi membawa material batu dari hulu. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh