Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Manfaat Kesehatan Mental: Mengapa Menyambung Komunikasi dengan Teman Lama Sangat Dianjurkan?

M Adhi Surya • Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:00 WIB
“Kenangan bersama teman lama sering menjadi sumber emosi positif. Itu bisa membantu seseorang merasakan kembali momen-momen menyenangkan yang pernah dialami.” Dr SURYADI, Dosen BKI dan Psikologi Islam, UIN KHAS Jember.
“Kenangan bersama teman lama sering menjadi sumber emosi positif. Itu bisa membantu seseorang merasakan kembali momen-momen menyenangkan yang pernah dialami.” Dr SURYADI, Dosen BKI dan Psikologi Islam, UIN KHAS Jember.

Radar Jember - Pertemuan dengan kawan lama kerap memunculkan beragam emosi yang khas.

Tidak sedikit orang merasakan campuran perasaan haru, bahagia, sekaligus nostalgia ketika kembali berjumpa dengan teman yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Momen tersebut sering terjadi secara tidak terduga, misalnya ketika bertemu di sebuah acara, kegiatan kampus, reuni, atau bahkan secara kebetulan di ruang publik.

Meski waktu telah berlalu cukup lama, kedekatan yang pernah terjalin biasanya membuat percakapan kembali mengalir dengan cepat.

Baca Juga: Perpani Jember Siapkan Seleksi Berdasarkan Skor, Jadi Penentu Siapa Berangkat ke Porprov Jatim 2027

Dosen Bimbingan Konseling Islam dan Psikologi Islam UIN KHAS Jember, Dr Suryadi, menjelaskan bahwa secara psikologis pertemuan dengan teman lama memang dapat memicu munculnya emosi positif.

Hal ini berkaitan dengan adanya ikatan emosional yang sudah terbentuk sebelumnya.

Menurutnya, hubungan pertemanan yang pernah terjalin biasanya meninggalkan jejak emosional dalam ingatan seseorang.

Ketika pertemuan itu terjadi kembali, memori yang tersimpan di dalam pikiran akan muncul secara spontan.

“Pertemuan dengan kawan lama biasanya memunculkan rasa akrab secara spontan. Kedekatan yang pernah ada membuat seseorang merasa lebih nyaman secara emosional,” ujarnya.

Baca Juga: Mudik ke Jember Kurang Pas Bila Tak Beli Cemilan Khas Ini

Ia menjelaskan bahwa perasaan nyaman tersebut berkaitan dengan memori masa lalu yang tersimpan dalam ingatan.

Saat seseorang kembali berinteraksi dengan teman lama, memori-memori yang pernah dialami bersama akan muncul kembali dan memengaruhi suasana hati.

Memori tersebut sering kali berisi pengalaman menyenangkan, seperti kebersamaan saat sekolah, masa kuliah, kegiatan organisasi, hingga berbagai cerita perjuangan di masa lalu.

Kenangan-kenangan semacam itu dapat memicu rasa bahagia karena individu merasa pernah memiliki pengalaman berharga bersama orang lain.

Dalam kajian psikologi, pengalaman tersebut termasuk dalam memori emosional. Memori ini memiliki kekuatan untuk memunculkan kembali perasaan yang pernah dirasakan pada masa lalu, meskipun peristiwa tersebut telah lama berlalu.

Baca Juga: Okupansi Daop 9 Jember Melejit: 158 Ribu Tiket Ludes Terjual Jelang Libur Nyepi dan Lebaran 2026

“Kenangan bersama teman lama sering menjadi sumber emosi positif. Itu bisa membantu seseorang merasakan kembali momen-momen menyenangkan yang pernah dialami,” jelasnya.

Selain memberikan rasa bahagia, pertemuan dengan kawan lama juga dapat memperkuat kembali relasi sosial yang sempat terputus karena jarak, kesibukan, maupun perubahan fase kehidupan.

Percakapan ringan yang muncul saat bertemu sering kali menjadi pintu untuk memperbarui hubungan yang pernah terjalin.

Meski demikian, Suryadi menyebut bahwa reaksi emosional setiap orang bisa berbeda. Tidak semua orang langsung merasa nyaman ketika bertemu kembali dengan teman lama, terutama jika hubungan terakhir mereka terjadi cukup lama atau pernah diwarnai jarak komunikasi.

Dalam beberapa kasus, seseorang justru bisa merasakan kecanggungan atau rasa gugup ketika pertama kali berjumpa kembali.

Hal tersebut biasanya muncul karena adanya perubahan dalam diri masing-masing individu, baik dari segi kehidupan, pekerjaan, maupun pengalaman hidup yang sudah dilalui.

“Hal itu wajar secara psikologis. Ketika seseorang lama tidak berinteraksi, biasanya ada sedikit rasa canggung di awal pertemuan,” katanya.

Namun demikian, rasa canggung tersebut umumnya tidak berlangsung lama. Seiring percakapan mulai mengalir dan cerita lama kembali dibahas, suasana biasanya akan berubah menjadi lebih hangat.

“Biasanya setelah percakapan mulai berjalan, orang akan kembali merasa nyaman karena menemukan kembali kesamaan pengalaman di masa lalu,” tambahnya.

Ia juga menilai bahwa menjaga hubungan dengan teman lama memiliki manfaat bagi kesehatan psikologis. Relasi sosial yang positif dapat menjadi sumber dukungan emosional bagi seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Karena itu, menurutnya tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk menyambung kembali komunikasi dengan teman-teman lama.

Selain mempererat hubungan sosial, hal tersebut juga dapat membantu seseorang merasakan kembali emosi positif yang pernah hadir dalam perjalanan hidupnya.

“Kadang-kadang satu pertemuan sederhana dengan teman lama sudah cukup untuk mengingatkan kita pada banyak hal baik yang pernah dialami bersama,” pungkasnya. (dhi/dwi)

Top of Form

Bottom of Form

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#emosional #reuni #UIN KHAS Jember #Psikologi