Radar Jember – Momentum libur Lebaran tahun ini dinilai menjadi peluang besar bagi daerah untuk menggerakkan perekonomian melalui sektor pariwisata.
Peningkatan mobilitas masyarakat selama masa liburan diyakini mampu mendorong perputaran uang di berbagai sektor, mulai dari kuliner, transportasi, hingga usaha kecil di sekitar destinasi wisata.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jember, Dr Haris Hermawan, menilai pariwisata memiliki peran strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Baca Juga: Perpani Jember Siapkan Seleksi Berdasarkan Skor, Jadi Penentu Siapa Berangkat ke Porprov Jatim 2027
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menempatkan pariwisata sebagai ekosistem ekonomi yang saling terhubung, bukan sekadar lokasi rekreasi.
“Pariwisata harus dipandang sebagai sistem ekonomi yang mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, manfaat ekonomi dari sektor wisata akan semakin optimal jika melibatkan pelaku usaha lokal dalam rantai ekonomi.
Kehadiran UMKM, pelaku kuliner, transportasi lokal, hingga industri kreatif dinilai mampu memperluas dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat di sekitar destinasi.
Selain itu, tambah Haris, penguatan promosi berbasis digital juga menjadi faktor penting di tengah perubahan perilaku wisatawan.
Baca Juga: Okupansi Daop 9 Jember Melejit: 158 Ribu Tiket Ludes Terjual Jelang Libur Nyepi dan Lebaran 2026
Pemanfaatan sistem reservasi daring, e-ticketing, serta promosi melalui media sosial dinilai efektif untuk menjangkau wisatawan lebih luas, terutama generasi muda.
Haris menambahkan, infrastruktur menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata.
Akses jalan yang baik, fasilitas publik yang memadai, serta jaringan internet yang stabil dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan.
“Kemudahan akses akan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi di sekitar kawasan wisata,” katanya.
Menurut dia, setiap daerah juga perlu memperkuat branding destinasi agar memiliki identitas yang mudah dikenali.
Wisata tidak cukup hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga pengalaman budaya serta cerita lokal yang memberi kesan mendalam bagi pengunjung.
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dinilai penting untuk mempercepat pengembangan destinasi wisata.
Baca Juga: Mudik ke Jember Kurang Pas Bila Tak Beli Cemilan Khas Ini
Pemerintah dapat membuka peluang investasi melalui berbagai skema kerja sama pengelolaan agar pengembangan berjalan lebih profesional dan berkelanjutan.
Dari sisi kebijakan, tambah dia, pemerintah daerah disarankan memberikan insentif fiskal bagi pelaku usaha wisata dan ekonomi kreatif yang mampu membuka lapangan kerja lokal.
Haris menegaskan, sektor pariwisata berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi rakyat jika dikelola secara transparan dan berpihak pada masyarakat.
“Momentum libur Lebaran harus dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa pariwisata mampu menjadi pengungkit ekonomi daerah,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh