Radar Jember – Stok beras di gudang Perum Bulog Kantor Cabang Jember tercatat hampir memenuhi kapasitas penyimpanan.
Tingginya stok tersebut merupakan dampak dari serapan gabah petani yang cukup besar sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
Kondisi ini menegaskan pasokan beras di Jember dalam kondisi aman. Bahkan, jumlah stok ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam dua tahun ke depan.
Baca Juga: Okupansi Daop 9 Jember Melejit: 158 Ribu Tiket Ludes Terjual Jelang Libur Nyepi dan Lebaran 2026
Kepala Bulog Kantor Cabang Jember M Ade Saputra mengatakan, kapasitas gudang milik Bulog di Jember mencapai sekitar 100 ribu ton. Hingga kini, gudang tersebut hampir terisi penuh.
“Dengan kapasitas sekitar 100 ribu ton, saat ini posisi stok sudah berada di 90 ribu ton,” ujarnya, beberapa hari lalu.
Menurut Ade, tingginya stok tersebut berasal dari hasil serapan gabah petani sejak akhir Desember 2025. Serapan itu terus bertambah sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Hingga akhir Februari, total serapan Bulog Jember tercatat sudah mencapai sekitar 15 ribu ton setara beras. Serapan tersebut merupakan lanjutan dari panen petani pada akhir tahun lalu.
Ade memastikan stok beras yang tersimpan di gudang Bulog dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Mudik Udara Jember 2026: Okupansi Fly Jaya Rute Jakarta Tembus 100 Persen Jelang Lebaran
Hal ini bahkan diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga beberapa tahun mendatang. “Stok ini aman, bahkan diperkirakan cukup sampai akhir 2027,” jelasnya.
Meski demikian, Bulog tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi menjelang panen raya yang diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat.
Salah satunya dengan menyiapkan tambahan kapasitas penyimpanan gudang. Pihaknya sudah menggandeng perusahaan atau pemilik pergudangan.
Skema kerja sama sewa pun dilakukan agar serapan gabah petani tetap bisa berjalan maksimal saat panen raya nanti. (kin/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh