Radar Jember - Harapan tersambungnya jalur pesisir selatan Jawa Timur melalui Jalur Lintas Selatan (JLS) kembali menguat.
Setelah lama menjadi wacana, proyek infrastruktur tersebut disebut segera memasuki tahap pembangunan. Dukungan pemerintah pusat pun menjadi penentu agar rencana itu benar-benar terwujud.
Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, menegaskan, keberhasilan proyek strategis nasional di daerah sangat bergantung pada sokongan pusat.
Baca Juga: Okupansi Daop 9 Jember Melejit: 158 Ribu Tiket Ludes Terjual Jelang Libur Nyepi dan Lebaran 2026
Menurutnya, tanpa dukungan tersebut, pemerintah daerah akan kesulitan merealisasikan proyek besar seperti JLS.
“Kalau pemerintah daerah tidak didukung pusat, bahasanya itu gak ono dekengan pusat, ya angel (susah),” ujarnya, beberapa hari lalu.
Halim menilai, saat ini Jember sedang berada dalam momentum yang tepat. Sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat sedang sejalan.
Bahkan sejumlah izin penting, termasuk pelintasan kawasan hutan di Taman Nasional Meru Betiri dan Taman Nasional Alas Purwo, disebut sudah dikantongi.
Baca Juga: Mudik Udara Jember 2026: Okupansi Fly Jaya Rute Jakarta Tembus 100 Persen Jelang Lebaran
Ia menyebut pembangunan JLS direncanakan mulai berjalan tahun ini melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Izin lokasi dari Kementerian Kehutanan juga telah diterbitkan.
“Maka kesempatan ini harus dimanfaatkan agar proyek konektivitas wilayah selatan benar-benar terwujud,” imbuhnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat, menilai, percepatan pembangunan bergantung pada sinkronisasi program daerah dengan kebijakan pusat.
Ia menyebut konektivitas dari Banyuwangi hingga Pacitan bahkan sampai Yogyakarta akan membuka akses ekonomi baru di kawasan selatan.
Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah juga tetap perlu memperhatikan perawatan jalur utama yang sudah ada, seperti rute Jember–Banyuwangi, Jember–Bondowoso, dan Jember–Lumajang yang selama ini menjadi nadi aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ini bukan sekadar jalan, tapi pembuka akses ekonomi baru di wilayah yang selama ini terisolasi,” kata Imam saat membuka Musrenbang RKPD Jember, Senin (9/3). (kin/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh