Radar Jember – Jembatan penghubung Dusun Krajan Selatan dan Dusun Kloncing, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, yang sempat putus akibat banjir pada Senin 15 Desember 2025 lalu, kini sudah bisa dilalui kembali oleh warga.
Jembatan tersebut sebelumnya putus akibat derasnya debit air Sungai Bedadung yang menggerus bagian fondasi.
Jembatan dengan panjang sekitar 20 meter dan lebar 1,2 meter itu tidak mampu menahan derasnya arus saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Baca Juga: Okupansi Daop 9 Jember Melejit: 158 Ribu Tiket Ludes Terjual Jelang Libur Nyepi dan Lebaran 2026
Akibatnya, warga Dusun Krajan Selatan yang hendak menuju Dusun Kloncing harus memutar dengan jarak yang lebih jauh.
Kini, kondisi tersebut telah teratasi. Jembatan yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh warga, telah diganti dengan konstruksi yang lebih kokoh dan lebih lebar.
Perbaikan dilakukan dengan memanfaatkan jembatan bekas rel kereta api yang sudah tidak digunakan. Struktur tersebut kemudian dipasang sebagai jembatan permanen di lokasi.
Kapolsek Pakusari, Iptu M. Yudhi, menjelaskan bahwa pemanfaatan jembatan bekas kereta api ini dilakukan karena bertepatan dengan adanya perbaikan jembatan jalur kereta api di sekitar lokasi.
Baca Juga: Mudik Udara Jember 2026: Okupansi Fly Jaya Rute Jakarta Tembus 100 Persen Jelang Lebaran
“Alhamdulillah, warga yang biasa melintas, khususnya dari Dusun Krajan Selatan ke Dusun Kloncing, kini tidak perlu memutar lebih jauh lagi,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan rangka jembatan bekas kereta api membuat jembatan baru ini lebih kuat dan aman.
Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor, untuk berhati-hati saat melintas.
Sebab, akses menuju jembatan tersebut masih melintasi jalur rel kereta api yang aktif digunakan warga, misalnya untuk aktivitas sehari-hari seperti mengantar anak sekolah maupun menuju Pasar Arjasa. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh