Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Krisis Penjaga Rimba: Indonesia Butuh 70 Ribu Polisi Hutan demi Amankan 125 Juta Hektare Lahan, Jember Hanya Punya Satu

Sidkin • Kamis, 26 Maret 2026 | 08:00 WIB
“Bayangkan, 3,5 juta hektar hutan diawasi hanya 64 orang. Ini adalah kegilaan. This is an insanity.” RAJA JULI, Menteri Kehutanan RI. (HUMAS UNMUH JEMBER)
“Bayangkan, 3,5 juta hektar hutan diawasi hanya 64 orang. Ini adalah kegilaan. This is an insanity.” RAJA JULI, Menteri Kehutanan RI. (HUMAS UNMUH JEMBER)

Radar Jember – Hutan punya peran yang sangat penting bagi kehidupan, bukan cuma untuk alam tapi juga manusia. Namun, tidak sedikit hutan rusak juga karena ulah manusia.

Sayangnya, untuk membendung itu semua sang penjaga hutan atau polisi hutan di Indonesia jumlahnya minim dan tidak sebanding dengan luasan hutan yang ada.

“Indonesia memiliki otoritas untuk mengamankan hutan seluas 125 juta hektar di Indonesia. Tetapi jumlah polhutnya hanya 4.800 orang. Bagaimana mungkin kita bisa mengawasi terjadinya illegal logging?” ucap Raja Juli, Menteri Kehutanan RI saat mengisi kajian Ramadan di Universitas Muhammadiyah Jember pada Februari lalu.

Baca Juga: Perpani Jember Siapkan Seleksi Berdasarkan Skor, Jadi Penentu Siapa Berangkat ke Porprov Jatim 2027

Raja Juli menyebut Indonesia menghadapi ketimpangan serius antara luas kawasan hutan dan jumlah petugas penjaga.

Dari sekitar 125 juta hektare hutan nasional, hanya 4.800 polisi hutan (polhut) yang bertugas mengawasi.

Rasio tersebut, kata dia, membuat satu petugas rata-rata harus menjaga lebih dari 26 ribu hektare. 

Ia mencontohkan kondisi serupa di berbagai daerah untuk menggambarkan betapa berat tugas pengawasan.

Baca Juga: Mudik ke Jember Kurang Pas Bila Tak Beli Cemilan Khas Ini

Di Aceh, 3,5 juta hektar hutan hanya dijaga 64 personel. Sementara di Sumatera Utara, dari luasan 3 juta hektare hutan diawasi 240 personel.

Dengan kondisi seperti itu, pembalakan liar, kebakaran hutan, hingga perburuan satwa liar sulit dikendalikan secara efektif.

“Bayangkan, 3,5 juta hektar hutan diawasi hanya 64 orang. Ini adalah kegilaan. This is an insanity,” katanya.

Menurutnya persoalan nasional tersebut juga relevan bagi daerah seperti Jember yang memiliki kawasan hutan produksi dan lindung cukup luas.

Risiko bencana ekologis akan meningkat jika pengawasan lemah. Sebab kerusakan hutan berdampak langsung pada masyarakat sekitar.

Karena itu ia mendorong reformasi tata kelola kehutanan secara menyeluruh. “Ini bukan sekadar soal angka, tapi menyangkut keselamatan ekosistem dan warga sekitar hutan,” ujarnya.

Baca Juga: Update Proyek Sungai Dinoyo Jember Usai Banjir, Kini Tebing Diperkuat Bronjong

Pemerintah menargetkan rasio ideal seorang polhut menjaga 2.000 hingga 2.500 hektare kawasan. Artinya Indonesia membutuhkan puluhan ribu tambahan personel untuk mencapai standar tersebut.

“Kalau pakai angka itu, Indonesia butuh tambahan minimal 20.000 polisi hutan. Tetapi, usulan Presiden bahkan lebih ketat sehingga kebutuhan bisa mencapai sekitar 70 ribu personel,” jelasnya.

Selain menambah petugas, pengawasan juga akan dimodernisasi dengan teknologi patroli cerdas.

Kemenhut menyiapkan penggunaan drone dan pesawat ringan untuk deteksi dini kebakaran dan pembalakan liar.

Baca Juga: TERKUAK! Bahan Berbahaya Ditemukan dalam Tragedi Ledakan Masjid di Jember, Begini Penjelasan Kapolda Jatim

Langkah itu diharapkan memperkuat perlindungan hutan, termasuk di wilayah Jawa Timur dan Jember. “Deteksi dini harus lebih cepat agar kerusakan tidak meluas,” pungkasnya. 

Sementara itu, untuk menjaga hutan di Jember terbagi di tiga instansi. Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) yang memiliki kawasan hutan di ujung Tenggara Jember, yaitu di Bandealit, Kecamatan Tempurejo.

Selain itu,juga Perhutani dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). 

Menurut Ariyanti, Polhut Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Jatim di Jember, Polhut dari KSDA di Jember hanya dirinya. 

Lokasi yang dikawal mulai dari Suaka Marga Satwa Pulau Nusa Barong hingga Cagar Alam Curah Manis Sempolan.

Sedangkan Polhut di wilayah Perhutani mencapai 50 orang. “Polhut dan Polhuter di wilayah Perhutani Jember ada 50 orang,” ucap Administratur KPH Perhutani Jember Eko Teguh Prasetyo. (kin) 

 Baca Juga: 13.557 Kursi Masih Tersedia, KAI Daop 9 Jember Hadapi Puncak Kepadatan Hari Ini

KEKURANGAN POLISI HUTAN

Total Luas Hutan Indonesia
🌳 125 juta hektare

Jumlah Polisi Hutan Saat Ini
👮 4.800 personel

Rasio Pengawasan Saat Ini
➡️ 1 Polhut : ±26.000 hektare


CONTOH KETIMPANGAN DI DAERAH

📍 Aceh

📍 Sumatera Utara


Rasio Ideal Pengawasan
1 Polhut : 2.000 – 2.500 hektare, maka setidaknya butuh tambahan 20.000 personel

DAMPAK KEKURANGAN POLHUT

STRATEGI PENGUATAN PENGAWASAN

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#wilayah hutan #Ramadan #Jember #bksda #Unmuh Jember #Nusa Barong #TNMB #polhut #Taman Nasional Meru Betiri