Radar Jember – Denyut latihan kembali terasa di Stadion Jember Sport Garden (JSG) Ajung Jember.
Setelah Lebaran, Persid Jember langsung menggeber persiapan menatap Liga 4 putaran nasional.
Tak ada lagi ritme sedikit santai seperti saat Ramadan, kini latihan digelar normal dua kali sehari, pagi dan sore dengan menu yang jauh lebih serius.
Pelatih Persid, Agus Yuwono, memastikan, timnya tak ingin kehilangan momentum. Latihan pun digelar kembali.
Baca Juga: Perpani Jember Siapkan Seleksi Berdasarkan Skor, Jadi Penentu Siapa Berangkat ke Porprov Jatim 2027
Menurutnya, masa jeda tak boleh membuat sentuhan, chemistry, dan kesolidan tim kendur, apalagi tantangan di depan mata jauh lebih berat.
Soal materi, Agus menegaskan fokus kini lebih banyak pada aspek taktikal ketimbang fisik.
Bukan berarti fisik diabaikan, tetapi penguatan strategi dan koordinasi antarlini menjadi prioritas utama. “Sekarang lebih banyak taktikal. Karena ini yang sangat dibutuhkan di level nasional,” jelasnya.
Ia menyebut, pengalaman di Liga 4 Jawa Timur sudah cukup menguras energi, tetapi atmosfer nasional jelas berbeda level.
Baca Juga: Mudik ke Jember Kurang Pas Bila Tak Beli Cemilan Khas Ini
Fase-fase awal di putaran nasional pun sangat krusial. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal dan menggagalkan langkah ke babak berikutnya.
“Meskipun pengalaman di Liga 4 Jatim berat, tapi di level nasional lebih berat lagi. Fase awal itu penting untuk mengamankan langkah agar bisa terus melaju,” tegasnya.
Agus mengaku sudah mulai memetakan kekuatan calon lawan dari berbagai asprov. Itu dilakukan dengan beragam cara.
Salah satunya dengan menonton pertandingan tim asprov lain yang lolos putaran nasional.
“Kami cari informasi dari rekaman pertandingan tim-tim lain. Sudah mulai kami pelajari sedikit demi sedikit,” tambahnya.
Baca Juga: Update Proyek Sungai Dinoyo Jember Usai Banjir, Kini Tebing Diperkuat Bronjong
Tak hanya menjaga ritme latihan, manajemen juga sudah mempertebal kedalaman skuad.
Sebelumnya sedikitnya sembilan pemain baru sudah bergabung untuk menjawab kebutuhan tim jelang fase nasional.
Penambahan ini bukan tanpa alasan, mengingat jadwal kompetisi diprediksi padat dan menguras tenaga.
Agus menyadari, rotasi pemain akan menjadi kunci. Dengan pola pertandingan yang berpotensi sehari main sehari istirahat, stamina pemain benar-benar diuji.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kualitas lapis kedua. “Makanya perlu rotasi agar lapis dua bisa seimbang,” tandasnya. (kin/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh