Radar Jember - Pemerintah Kabupaten Jember tidak hanya berfokus pada peningkatan performa atlet, tetapi juga mulai mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga yang ada.
Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah kawasan Jember Sport Garden (JSG) yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas olahraga dan kepemudaan di Kabupaten Jember.
Kawasan stadion kebanggaan masyarakat Jember tersebut kini diarahkan tidak hanya sebagai tempat pertandingan sepak bola, tetapi juga sebagai ruang publik yang aktif dan produktif bagi masyarakat.
Berbagai kegiatan olahraga, rekreasi, hingga aktivitas sosial mulai digerakkan agar JSG semakin hidup dan bermanfaat bagi warga.
Baca Juga: Perpani Jember Siapkan Seleksi Berdasarkan Skor, Jadi Penentu Siapa Berangkat ke Porprov Jatim 2027
Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, menyampaikan bahwa JSG saat ini telah berkembang menjadi pusat keramaian baru di wilayah Jember.
Stadion yang selama ini dikenal sebagai kandang klub sepak bola Persid Jember itu kini juga dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan olahraga masyarakat.
“JSG hari ini selain jadi kandangnya Persid, juga tempat OSMA (Olahraga Sore Bersama, Red). Hampir setiap hari ada sekitar 500 sampai 1.000 orang beraktivitas di sana,” ujarnya.
Salah satu program yang kini rutin digelar di kawasan tersebut adalah Olahraga Sore Bersama (OSMA). Program ini dirancang untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif berolahraga sekaligus menjadikan kawasan JSG sebagai ruang interaksi sosial bagi warga dari berbagai kalangan.
Baca Juga: Mudik ke Jember Kurang Pas Bila Tak Beli Cemilan Khas Ini
Melalui kegiatan tersebut, tambah dia, pemerintah daerah berharap budaya hidup sehat semakin berkembang di tengah masyarakat.
Selain itu, kehadiran aktivitas rutin di JSG juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitar kawasan stadion.
Tidak hanya itu, kawasan JSG juga semakin strategis dengan adanya pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di lahan yang berada di sebelah kompleks stadion.
Proyek tersebut merupakan program inisiasi Presiden Prabowo Subianto yang saat ini tengah dalam tahap pembangunan.
Sekolah Rakyat tersebut direncanakan menjadi fasilitas pendidikan berbasis asrama bagi masyarakat kurang mampu. Dengan adanya fasilitas pendidikan tersebut, kawasan JSG diproyeksikan berkembang menjadi kawasan terpadu.
Tidak hanya berfungsi sebagai pusat olahraga, tetapi juga sebagai pusat aktivitas pendidikan dan kepemudaan.
Meski demikian, proses pembangunan Sekolah Rakyat sempat menimbulkan beberapa dampak terhadap kondisi infrastruktur di sekitar stadion.
Salah satunya adalah kerusakan di beberapa titik jalan akibat mobilitas kendaraan berat yang membawa material proyek.
Menanggapi hal tersebut, Gus Fawait memastikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan perbaikan setelah proses pembangunan proyek selesai.
“Memang ada beberapa titik jalan yang terdampak karena mobilitas kendaraan proyek. Tetapi setelah pembangunan selesai, akses tersebut akan kita perbaiki kembali,” tegasnya.
Ia menilai langkah pengembangan kawasan JSG sangat penting untuk mendukung ekosistem olahraga di Jember.
Dengan fasilitas yang semakin baik, diharapkan para atlet memiliki tempat latihan yang representatif, sementara masyarakat juga memiliki ruang terbuka untuk berolahraga.
Selain itu, aktivitas yang semakin ramai di kawasan stadion juga diyakini mampu mendorong perputaran ekonomi di sekitar wilayah tersebut. Terutama bagi pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga jasa parkir.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan klub sepak bola kebanggaan masyarakat Jember, yakni Persid Jember.
Menurut Gus Fawait, perkembangan Persid saat ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para penggemar sepak bola, tetapi juga mencerminkan semangat baru dalam membangun olahraga di Kabupaten Jember.
Ia menambahkan, pencapaian yang diraih Persid tidak hanya sekadar hasil pertandingan di lapangan. Lebih dari itu, perkembangan klub tersebut dinilai sebagai tanda lahirnya Persid yang lebih profesional dan memiliki mental juara.
Baca Juga: 13.557 Kursi Masih Tersedia, KAI Daop 9 Jember Hadapi Puncak Kepadatan Hari Ini
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan semaksimal mungkin, termasuk melalui peningkatan fasilitas stadion dan sarana penunjang lainnya di kawasan JSG.
“Kami akan menjaga komitmen untuk mensupport semampu kami, sekuat tenaga kami, untuk membantu Persid. Perbaikan JSG ini sebuah kebutuhan, mudah-mudahan ke depan bisa kita perbaiki secara bertahap,” pungkasnya. (mau/dwi)
IKON OLAHRAGA JEMBER
Stadion Jember Sport Garden (JSG)
- Berada di Kecamatan Ajung
- Proyek Multiyear Dibangun 2012 dan 2013
- Anggaran APBD Jember total sekitar Rp 200 M
- Diresmikan: Tahun 2015
- Kapasitas: Kurang lebih 20.000 penonton
Standar: Tipe B
FASILITAS UTAMA
- Lapangan sepak bola standar
- Lintasan atletik
- Pandemi Covid
Tahun 2020: Stadion JSG dijadikan difungsikan sebagai tempat karantina Covid-19
- Renovasi
Tahun 2021: Stadion JSG mulai dilakukan perbaikan besar. Lapangan sepak bola dan menambahkan lintasan atletik
Tahun 2022: Stadion JSG menjadi pembukaan Porprov Jatim 2022.
Saat ini Stadion JSG juga dijadikan kantor Disparbudpora Jember, KONI Jember, Askab PSSI Jember. Tahun 2026 kompleks Stadion JSG juga dibangun Sekolah Rakyat (SR)
Editor : Imron Hidayatullahh