Radar Jember - Pengajuan visa Calon Jemaah Haji (CJH) asal Jember untuk musim haji tahun ini dipastikan telah tuntas.
CJH Jember kini tinggal menunggu proses penerbitan visa oleh pemerintah Arab Saudi sebelum memasuki tahapan pemberangkatan.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jember, Nur Sholeh, menjelaskan terdapat sejumlah perubahan mekanisme dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Salah satu yang paling menonjol adalah percepatan pengurusan administrasi, terutama pengajuan visa yang harus selesai sebelum 1 Syawal sesuai permintaan otoritas Arab Saudi.
Menurut dia, target tersebut berhasil dipenuhi sehingga penyusunan kelompok terbang (kloter) sudah dapat dilakukan lebih awal.
“Dengan selesainya tahapan administrasi, persiapan teknis keberangkatan kini memasuki tahap pemantapan layanan bagi jemaah,” jelasnya.
Perubahan juga terjadi pada jadwal manasik haji. Tahun ini, bimbingan tingkat kecamatan dilaksanakan sebelum Ramadan, berbeda dari kebiasaan sebelumnya yang umumnya digelar selepas Idulfitri.
Langkah ini diambil untuk menyesuaikan kalender persiapan nasional sekaligus memberi waktu lebih panjang bagi jemaah memahami materi ibadah.
Di Jember, pelaksanaan manasik dipusatkan di sejumlah hotel kawasan kota dan berlangsung selama empat hari.
Kebijakan pemusatan lokasi dilakukan karena keterbatasan personel serta adanya penyesuaian struktur pemerintahan baru, sehingga pelaksanaan dinilai lebih efektif jika terkoordinasi dalam satu titik.
Selanjutnya, pembinaan bagi Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) dijadwalkan berlangsung selama Ramadan.
Sementara itu, satu kali manasik tingkat kabupaten tetap akan dilaksanakan setelah Idulfitri sebagai penguatan akhir sebelum keberangkatan.
Jumlah jemaah haji asal Jember yang telah terkonfirmasi tahun ini mencapai 2.920 orang, di luar petugas haji daerah, pembimbing ibadah, serta tenaga kesehatan.
“Selain itu, terdapat sekitar 19 jemaah cadangan yang dinyatakan berpeluang berangkat dan kemungkinan akan bergabung dengan kloter dari daerah lain apabila tersedia kursi kosong,” imbuhnya.
Para jemaah dijadwalkan masuk Asrama Haji Surabaya pada 14 hingga 16 Mei dan tergabung dalam gelombang kedua keberangkatan.
Pihak Kemenag mengingatkan calon jemaah menjaga kondisi kesehatan serta mematuhi aturan barang bawaan penerbangan.
Keluarga pengantar juga diminta tidak berlebihan saat pelepasan agar ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas tetap terjaga menjelang hari keberangkatan. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh