Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

IPM Jember 2025 Tembus 71,57: Fokus Pendidikan dan Kesehatan Jadi Kunci Akselerasi Masa Depan

Maulana RJ • Selasa, 24 Maret 2026 | 04:00 WIB
"Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan IPM di masa mendatang." IMAM HIDAYAT, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim. (MAULANA/RADAR JEMBER)
"Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan IPM di masa mendatang." IMAM HIDAYAT, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator fundamental yang mengukur keberhasilan suatu daerah dalam membangun kualitas hidup manusia melalui akses kesehatan, pendidikan, dan standar ekonomi yang layak.

Tantangan pembangunan IPM ini mengemuka saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Jember Tahun 2027 di Pendapa Wahyawibawagraha, (9/03).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim, Imam Hidayat, mengemukakan bahwa meski Jember menunjukkan performa ekonomi yang impresif, peningkatan IPM dinilainya harus tetap menjadi prioritas utama guna memastikan pembangunan yang inklusif.

Baca Juga: Respon Gus Fawait Terkait Ledakan di Masjid Patrang Jember: Minta Warga Tetap Tenang dan Tidak Spekulasi Berlebih

Dalam paparannya, Imam Hidayat mengungkapkan bahwa IPM Kabupaten Jember saat ini berada pada angka 71,57. Angka ini menempatkan Jember dalam kategori "Tinggi".

Namun ia mengingatkan bahwa akselerasi pada sektor pendidikan dan kesehatan adalah kunci untuk mendongkrak posisi Jember lebih jauh lagi di masa depan.

"Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan IPM di masa mendatang," kata ASN yang pernah menjabat Pjs. Bupati Jember itu, saat memberi paparan di forum tersebut.

Imam menggarisbawahi bahwa penanganan stunting dan pencegahan pernikahan dini, memiliki korelasi langsung terhadap kualitas SDM jangka panjang yang tercermin dalam angka IPM.

Baca Juga: Begini Kata Kapolda Jatim Usai Tragedi Ledakan Masjid di Jember

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, pertumbuhan IPM Jember 2025 mengalami percepatan dari tahun sebelumnya sebesar 0,90 persen. Peningkatan IPM 2025 terjadi pada semua dimensi, terutama standar hidup layak.

Selain itu, pembangunan manusia di Jember terus mengalami kemajuan. Sejak tahun 2023, status pembangunan manusia Jember sudah berada di level “tinggi”.

Dan selama 2021–2025, IPM Jember rata-rata meningkat sebesar 0,73 persen per tahun, dari 69,20 pada tahun 2021 menjadi 71,57 pada tahun 2025. (Selengkapnya baca grafis).

Kendati begitu, capaian IPM Jember ini masih lebih rendah dibandingkan IPM Jawa Timur mencapai 76,13 dan bahkan jauh dari IPM ideal yakni 80.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Jember Muhammad Fawait, merespons tantangan ini dengan menegaskan bahwa fokus pembangunan 2026-2027 adalah pengentasan kemiskinan yang sejalan juga diarahkan untuk meningkatkan IPM.

Ia juga menyinggung program pelayanan dasar untuk mewujudkan itu, seperti UHC dan beasiswa kuliah. "Ini terus kita upayakan agar bantuan tepat sasaran kepada desil satu hingga desil empat," imbuh dia. (mau/bud)

Baca Juga: Jelang Libur Nyepi dan Idulfitri 1447 H, Okupansi Penumpang di Daop 9 Jember Meningkat Signifikan

IPM Jember Dalam 5 Tahun Terakhir

2021 - 69,29
2022 - 69,80
2023 - 70,42
2024 - 70,93 
2025 - 71,57

*(Sumber: BPS Jember. Olah Grafis: Maulana/Radar Jember)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #indeks pembangunan manusia #rkpd #BPS Jember #Bupati Jember #ipm #Gus Fawait