RADAR JEMBER - Suasana khusyuk ibadah salat tarawih di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Regency, Jember, mendadak berubah menjadi mencekam.
Sebuah ledakan misterius terjadi saat jemaah sedang melaksanakan rakaat ke-16, menimbulkan kerusakan material dan kepanikan luar biasa.
Berikut adalah fakta-fakta terkini terkait insiden yang mengguncang warga Jember tersebut:
1. Terjadi saat Salat Tarawih Berlangsung
Ledakan terjadi tepat ketika jemaah sedang berada di pertengahan salat tarawih. Suara dentuman yang sangat keras terdengar dari arah area wudu dan gudang penyimpanan alat-alat masjid, membuat bangunan bergetar hebat.
Baca Juga: CEK FAKTA! Ledakan Saat Tarawih Gegerkan Masjid Raya Pesona di Kelurahan Patrang Jember
2. Kerusakan Bangunan dan Tidak Ada Korban Jiwa
Beruntung, titik ledakan berada di area luar ruang utama salat sehingga tidak ada jemaah yang terluka secara langsung.
Namun, kerusakan material cukup parah terlihat pada plafon masjid yang runtuh, lemari kayu yang hancur berkeping-keping, serta kaca jendela yang pecah akibat tekanan udara.
3. Kesaksian Mencekam Jemaah
Salah seorang jemaah yang berada di lokasi kejadian, Ahmad, menceritakan detik-detik saat dentuman itu terjadi. Menurutnya, suara tersebut sangat memekakkan telinga dan seketika menghentikan aktivitas ibadah.
Baca Juga: Meninggal Dunia di Bulan Ramadan, Apakah Tetap Wajib Bayar Zakat Fitrah? Simak Penjelasannya
"Kejadiannya pas rakaat ke-16. Tiba-tiba ada suara dentuman keras sekali dari arah belakang. Jemaah langsung bubar karena plafon mulai jatuh dan asap muncul dari arah lemari marbot," ungkap Ahmad saat ditemui di lokasi kejadian.
4. Penemuan Bahan Kimia oleh Tim Labfor
Pihak kepolisian dari Polres Jember bersama Tim Labfor Polda Jatim langsung melakukan sterilisasi lokasi.
Dari hasil olah TKP awal, petugas menemukan sisa-sisa bahan kimia yang diduga kuat menjadi pemicu ledakan tersebut.
Kapolres Jember, AKBP Bayu Pratama Gubunagi, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah insiden ini murni kecelakaan kimia atau ada unsur lain.
Editor : M. Ainul Budi