Radar Jember - Lebaran tinggal menghitung hari. Seiring meningkatnya arus mudik, potensi risiko di jalur perjalanan juga ikut meningkat.
Mengantisipasi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menyiagakan personel di sejumlah lokasi rawan bencana.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman selama momentum mudik Hari Raya Idulfitri.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, tim yang disiagakan terutama berasal dari unsur Tim Reaksi Cepat (TRC).
Baca Juga: Sahur Bersama di Pendapa, Bupati Gus Fawait Perkuat Jalur Aspirasi Pondok Pesantren se Jember
Mereka akan ditempatkan di sejumlah lokasi rawan seperti kawasan Gumitir dan lereng Argopuro yang selama ini dikenal rawan longsor dan pohon tumbang.
“Kami sudah memetakan titik-titik rawan bencana, khususnya di Gumitir dan lereng Argopuro yang memang perlu diwaspadai saat masa mudik maupun arus balik,” ujarnya.
Menurut Edy, keberadaan tim TRC menjadi ujung tombak penanganan bencana. Sebab mereka memiliki kemampuan khusus di berbagai bidang.
Baca Juga: Arus Mudik Bali-Jember Memuncak: Jalur Gunung Gumitir Dipadati Motor dan Travel Sejak Dini Hari
Personel TRC tidak hanya bertugas memantau, tetapi juga langsung melakukan penanganan ketika terjadi kejadian darurat di lapangan.
Ia menjelaskan, BPBD Jember memiliki dua regu TRC yang masing-masing berisi 14 personel.
Setiap regu terdiri dari anggota dengan keahlian berbeda, mulai dari ahli mitigasi bencana, evakuasi korban, hingga rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana.
Selain itu, ada pula personel yang memiliki kemampuan khusus seperti penanganan pohon tumbang menggunakan gergaji mesin serta pengelolaan dapur umum saat terjadi bencana.
“Artinya dalam satu regu sudah lengkap dengan berbagai keahlian yang dibutuhkan dalam penanganan bencana,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, dua regu TRC tersebut akan bertugas secara bergantian setiap hari selama masa siaga mudik Lebaran.
Namun, apabila terjadi kondisi darurat yang membutuhkan banyak personel, seluruh anggota yang telah selesai bertugas juga dapat kembali diterjunkan ke lokasi bencana.
“Jika situasinya darurat dan membutuhkan banyak tenaga, maka regu yang sudah selesai bertugas juga akan ikut turun membantu penanganan,” ungkapnya.
Edy menambahkan, BPBD Jember bersiaga penuh. Jika terjadi bencana maupun kondisi darurat, maka masyarakat bisa langsung melaporkan kepada tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Nantinya, BPBD juga akan bersinergidengan berbagai unsur relawan dan komunitas kebencanaan.
Di kawasan Gumitir misalnya, BPBD akan dibantu relawan Gumitir, Relawan Siaga Gumitir, Ben Sroben, serta relawan setempat.
Baca Juga: Jamin Kelancaran Mudik 2026, Dishub Jember Larang Kendaraan Sumbu Tiga ke Atas Melintas Jalur Utama
Sementara di kawasan wisata pesisir selatan yang ramai dikunjungi setelah Lebaran, tim TRC juga akan bersinergi dengan relawan seperti Brandal Alas, SAR Barat Daya, SAR Rimba Laut, hingga anggota Desa Tangguh Bencana (Destana).
Ini untuk memastikan keamanan masyarakat selama berlibur. Sehingga mitigasi dan penanganan bencana bisa dilakukan lebih cepat. (kin/dwi)
SIAGA BENCANA DI MUDIK LEBARAN JEMBER
BPBD Jember memetakan sejumlah lokasi yang perlu diwaspadai saat arus mudik dan arus balik Lebaran, terutama:
- Jalur Gumitir
- Rawan longsor
- Rawan pohon tumbang
- Lereng Gunung Argopuro
- Potensi longsor
- Cuaca ekstrem pegunungan
Siagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember
- 2 Regu TRC
- 14 personel per regu
- Total 28 personel
Keahlian Tim TRC
Dalam satu regu sudah dilengkapi berbagai kemampuan:
- Mitigasi bencana
- Evakuasi korban
- Penanganan pohon tumbang
- Rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana
- Pengelolaan dapur umum
Dukungan Relawan
BPBD juga bersinergi dengan sejumlah relawan kebencanaan:
Wilayah Gumitir
- Relawan Gumitir
- Relawan Siaga Gumitir
- Ben Sroben
- Relawan setempat
Wilayah Pesisir Selatan
- Brandal Alas
- SAR Barat Daya
- SAR Rimba Laut
- Desa Tangguh Bencana (Destana)
Editor : Imron Hidayatullahh