Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kualitas Gabah Terancam Cuaca Ekstrem, Bulog Jember Ingatkan Petani Panen di Atas Pukul 09.00

Sidkin • Selasa, 17 Maret 2026 | 08:01 WIB
SIAP PANEN: Salah satu petani sedang memanen padi secara mandiri di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates. Jelang panen raya, kualitas gabah jadi tantangan. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
SIAP PANEN: Salah satu petani sedang memanen padi secara mandiri di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates. Jelang panen raya, kualitas gabah jadi tantangan. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Menjelang panen raya padi, Perum Bulog Cabang Jember menyiapkan sejumlah skema untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap dengan optimal.

Mulai dari penguatan kapasitas pengering (dryer) gabah, kerjasama mitra makloon hingga rutin edukasi ke masyarakat. Persiapan ini untuk mengantisipasi lonjakan hasil panen yang terjadi dalam waktu bersamaan.

Kepala Bulog Kantor Cabang Jember M Ade Saputra mengatakan, hingga akhir Februari, sedikitnya 15 mitra makloon digandeng untuk mendukung proses pengeringan dan penggilingan gabah.

Baca Juga: Sahur Bersama di Pendapa, Bupati Gus Fawait Perkuat Jalur Aspirasi Pondok Pesantren se Jember

Sebab pada tahun ini, Jember ditarget dapat menyerap setara 84 ribu ton beras. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 175 ribu ton Gabah Kering Panen (GKP).

“Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat cadangan pangan nasional. Karena itu, kesiapan infrastruktur dan dukungan mitra pengolahan menjadi hal yang sangat penting,” katanya.

Ade menjelaskan, hasil evaluasi pada 2025 menunjukkan kualitas gabah menjadi faktor utama keberhasilan penyerapan.

Gabah yang disetor petani harus cukup umur panen agar rendemen beras yang dihasilkan saat digiling bisa maksimal.

Baca Juga: Arus Mudik Bali-Jember Memuncak: Jalur Gunung Gumitir Dipadati Motor dan Travel Sejak Dini Hari

Gabah yang rusak, terendam air, atau belum matang tidak akan memenuhi standar yang ditetapkan.

“Kualitas gabah sangat menentukan hasil beras, jadi harus memenuhi unsur persyaratan,” tegasnya.

Bulog juga mengimbau petani memperhatikan waktu panen agar kadar air gabah tetap terjaga.

Panen dianjurkan dilakukan setelah embun pagi menguap, yakni di atas pukul 09.00 WIB. Waktu panen tersebut dinilai dapat membantu menekan kadar air pada gabah.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto menyebut tingginya intensitas hujan di wilayah Jember berdampak langsung pada kualitas gabah petani.

Banyak gabah memiliki kadar air tinggi, perubahan warna, hingga butiran pecah. Kondisi tersebut membuat Bulog kesulitan menyerap hasil panen secara maksimal.

Menurut Candra, kondisi cuaca ekstrem membuat kadar air gabah petani sering melampaui batas tersebut.

Baca Juga: Larangan Diabaikan: Puluhan Truk Gandeng Masih Mengular di Jalur Jember-Banyuwangi Meski Operasi Ketupat Dimulai

Jika dipaksakan masuk ke mesin produksi, selain berisiko merusak mesin, kualitas beras yang dihasilkan juga akan turun.

“Maka pemerintah daerah harus segera berkoordinasi agar petani dan Bulog sama-sama tidak dirugikan. Sosialisasi mengenai standar gabah yang dapat diterima Bulog juga perlu segera masif dilakukan kepada para petani,” pungkasnya. (kin/bud)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #GKP #DPRD jember #panen padi #gabah #bulog