Radar Jember - Arus mudik Lebaran tahun ini mulai diantisipasi jajaran kepolisian.
Salah satu titik yang mendapat perhatian khusus adalah Simpang Empat Mangli, jalur strategis yang menjadi pintu keluar masuk Jember.
Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra mengatakan kawasan Mangli diprediksi menjadi salah satu titik paling padat selama arus mudik maupun arus balik.
Sebab, jalur tersebut menjadi penghubung utama kendaraan dari arah Surabaya, Banyuwangi, hingga wilayah selatan Jember.
Baca Juga: Kabar Gembira! Gus Fawait Pastikan THR ASN dan PPPK Paruh Waktu Jember Cair Mulai Senin Ini
Karena itu, kepolisian telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut.
Petugas akan ditempatkan di sejumlah titik rawan untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak dan tidak terjadi penumpukan kendaraan dalam waktu lama.
“Kami sudah memetakan beberapa titik rawan kepadatan, termasuk di Simpang Empat Mangli. Personel akan disiagakan untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara langsung,” ujar Bobby.
Selain penempatan personel, rekayasa lalu lintas juga disiapkan apabila terjadi lonjakan kendaraan.
Baca Juga: Lolos dari Zona Merah: Mahasiswa Jember dan Malang Berhasil Dievakuasi dari Konflik Iran-AS.
Pengaturan itu dilakukan secara situasional, mulai dari pengalihan arus hingga pengaturan prioritas kendaraan agar kepadatan bisa segera terurai.
Pengamanan Lebaran di Jember sendiri melibatkan ratusan personel gabungan. Total ada 522 petugas yang diterjunkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.
Mereka berasal dari unsur kepolisian, TNI, serta sejumlah instansi terkait.
Operasi tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan yang digelar di Alun-alun Jember.
Kegiatan itu menjadi penanda dimulainya pengamanan menjelang Hari Raya Idulfitri, termasuk pengamanan arus mudik di berbagai jalur utama.
Selain pengaturan lalu lintas, kepolisian juga menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan di beberapa titik.
Pos tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat maupun pemudik yang melintas di wilayah Jember selama masa libur Lebaran. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh