Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Waspada Macet Akut Simpang Mangli: Gelombang Mudik Mulai Masuk, Pengendara Harap Cari Rute Alternatif

Yulio Faruq Akhmadi • Senin, 16 Maret 2026 | 09:33 WIB
JANTUNG JEMBER: Perempatan Mangli ini harus diwaspadai terutama saat mudik maupun arus balik Lebaran agar tidak macet parah. (YULIO FA/RADAR JEMBER)
JANTUNG JEMBER: Perempatan Mangli ini harus diwaspadai terutama saat mudik maupun arus balik Lebaran agar tidak macet parah. (YULIO FA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Gelombang perdana mudik sudah mulai. Ini diprediksi akan terus terjadi hingga Idulfitri.

Salah satu jalan raya yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan kemacetan akut di perempatan Mangli, Kecamatan Kaliwates Jember.

Saat jam sibuk atau saat mudik, salah satu ujian kesabaran pengendara adalah perempatan Mangli.

Di sini, waktu seolah berjalan melambat, terutama bagi mereka yang terjebak di barisan antrean alias macet.

Baca Juga: Kabar Gembira! Gus Fawait Pastikan THR ASN dan PPPK Paruh Waktu Jember Cair Mulai Senin Ini

Namun, jangan sampai macetnya menjadi lebih parah dan akut untuk diurai.

Pengendara hanya memiliki waktu singkat, yakni 30 detik untuk melintas saat lampu hijau menyala, namun harus bertaruh nasib dengan tertahan selama sekitar 2 menit saat lampu yang bersinar.

Nah, tentu saja, waktu tunggu itu bisa lebih pada jam sibuk, terutama saat mudik Lebaran.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, mereka yang datang dari arah Jenggawah dihadapkan dengan situasi yang lebih menyesakkan.

Pada jam puncak kemacetan di pagi dan sore hari, antrean kendaraan memaksa pengendara roda empat harus bersabar menunggu hingga tiga kali siklus lampu merah untuk bisa benar-benar lolos dari persimpangan.


Sisi selatan atau arah Jenggawah ini layak disebut sebagai titik paling ekstrem di Simpang Mangli.

Selain volume kendaraan yang meluap, kondisi infrastrukturnya pun memprihatinkan.

Kontur jalan di sisi ini tidak rata dan bergelombang akibat tumpukan aspal bekas tambalan lubang.

Kondisi ini secara otomatis menghambat laju arus kendaraan yang ingin segera tancap gas.

Beban jalur ini semakin berat karena menjadi urat nadi utama bagi truk-truk besar industri dari wilayah Jember Selatan yang hendak menuju arah Surabaya.

Baca Juga: Lolos dari Zona Merah: Mahasiswa Jember dan Malang Berhasil Dievakuasi dari Konflik Iran-AS.

Bertemunya truk bertonase besar dengan ruas jalan yang sempit menciptakan kemacetan panjang yang bisa mencapai 800 meter.

Tak heran jika waktu tunggu 3 kali 2 menit menjadi rutinitas pahit bagi para pelaju di jalur ini.

Pemandangan berbeda terlihat dari arah Rambipuji. Jalur ini merupakan rute paling padat karena menjadi akses utama antar kota.

Ada sebuah paradoks yang dirasakan pengendara di sini, saat bergerak masuk ke arah kota, pengendara akan merasa lega karena disambut oleh jalan dua arah yang begitu luas setelah sebelumnya terjepit dalam kepadatan.

Baca Juga: Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi Turun Tangan di Jember: SPBU Diselidiki, Distribusi BBM Dialihkan

Namun, perasaan sebaliknya justru dirasakan oleh mereka yang bergerak dari arah kota menuju Rambipuji, di mana jalanan luas seketika menyempit dan mulai terasa sesak.


Sementara itu, suasana unik tampak dari sisi utara atau arah Panti.

Sebab, mayoritas rute di jalur ini adalah jarak dekat, terlihat pemandangan yang kontras di mana sejumlah pengendara motor seringkali enggan menggunakan helm.

Tak pelak, sisi ini kerap menjadi sasaran fokus utama pihak kepolisian saat menggelar razia lalu lintas karena tingkat kepatuhan yang rendah.

Simpang Mangli bukan sekadar perempatan jalan, melainkan titik bertemunya berbagai dinamika sosial dan ekonomi Jember yang hingga kini masih menanti solusi permanen agar penderitaan menunggu tiga kali lampu merah ini segera berakhir. (yul/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Lebaran #Jember #Lalu Lintas #Arus Mudik #Kemacetan #Mangli #idulfitri #jalur mudik