Radar Jember - Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember memantau langsung pelaksanaan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat sekolah dasar (SD), kemarin (12/3).
Sejumlah sekolah menjadi lokasi monitoring dan evaluasi (monev) untuk memastikan kesiapan pelaksanaan ujian berbasis komputer tersebut. Dari hasil pemantauan, secara umum pelaksanaan gladi bersih berjalan lancar.
Pantauan di sejumlah sekolah, puluhan siswa duduk rapi di depan laptop maupun komputer. Mereka fokus membaca soal yang tampil di layar.
Pengawas dan operator sekolah tampak sesekali mengecek perangkat serta memastikan koneksi jaringan tetap stabil selama gladi bersih berlangsung. TKA pun siap digelar lebih matang.
Beberapa sekolah yang dikunjungi Dispendik antara lain SD Al-Baitul Amien 01, SDN Gebang 04, dan SDN Baratan 01.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan perangkat komputer, jaringan internet, hingga dukungan listrik sebagai bagian dari persiapan sebelum pelaksanaan TKA.
Dari hasil pemantauan tersebut, tidak ditemukan kendala berarti yang menghambat jalannya gladi bersih. Persiapan yang dilakukan sekolah dinilai cukup matang sehingga gladi bersih dapat berjalan sesuai rencana.
“Sampai saat ini hasil monev di SD berjalan lancar. Tidak ada kendala listrik maupun jaringan di sekolah yang kami tinjau,” ujar Arief Tjahjono, Kepala Dinas Pendidikan Jember.
Arief menjelaskan, Dispendik Jember sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi gangguan teknis.
Surat resmi telah dikirimkan kepada PLN dan PT Telkom agar tidak ada pekerjaan perbaikan jaringan listrik maupun internet selama jadwal simulasi hingga pelaksanaan TKA April nanti.
“Kami sudah berkirim surat ke PLN dan Telkom agar pada jadwal simulasi hingga pelaksanaan TKA tidak ada pekerjaan perbaikan jaringan listrik maupun internet,” jelasnya.
Meski demikian, beberapa sekolah sempat mengalami gangguan pada server pusat. Namun kendala tersebut hanya bersifat sementara dan dapat kembali normal setelah sistem diperbarui.
Selain itu, sebagian sekolah juga menerapkan sistem semi online untuk mengantisipasi keterbatasan jaringan internet di wilayah tertentu.
“Ada server pusat yang sempat error, tetapi biasanya bisa normal kembali setelah di-refresh,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SDN Baratan 01 Jember Hendah Kartika Sari mengatakan pihaknya telah menyiapkan seluruh perangkat untuk pelaksanaan TKA.
Di sekolah tersebut tersedia 17 perangkat komputer yang terdiri dari 16 laptop dan satu CPU untuk melayani 46 peserta ujian yang dibagi dalam tiga sesi.
Sekolah juga menyiapkan dukungan kelistrikan dan genset sebagai cadangan agar pelaksanaan ujian tetap berjalan lancar.
“Kemarin saat simulasi awal lancar, tetapi hari ini sempat ada server trouble. Harapannya nanti (saat TKA, Red) server bisa lebih stabil,” ujarnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh