Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jember ke Madinah: dr. Faida Teleconference Pastikan 48 Nakes RSBS Aman di Tengah Konflik Timur Tengah

Sidkin • Kamis, 12 Maret 2026 | 05:00 WIB

KOMUNIKASI JARAK JAUH: Para nakes RSBS Group yang bekerja di Arab Saudi menerima panggilan teleconference dari Owner RSBS Group dr Faida.
KOMUNIKASI JARAK JAUH: Para nakes RSBS Group yang bekerja di Arab Saudi menerima panggilan teleconference dari Owner RSBS Group dr Faida.

Radar Jember - Jarak ribuan kilometer tak memutus perhatian dari tanah air. Dari Jember, sapaan hangat dikirimkan untuk para perawat dan bidan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Gruop yang menjalankan tugas di Arab Saudi di tengah situasi konflik Timur Tengah.

Pagi baru saja menyingsing di Madinah, Selasa (10/3). Di pelataran Masjid Nabawi, Arifatun Maghviroh menunaikan salat Subuh.

Di sela momen itu, ponselnya berdering, sebuah panggilan dari tanah air, ribuan kilometer jauhnya di Jember.

Di seberang sambungan teleconference itu, Owner RS Bina Sehat Group dr Faida menyapa para perawat dan bidan yang tengah bertugas di Arab Saudi.

Percakapan berlangsung hangat. Bukan sekadar memastikan kabar, tetapi juga menautkan kembali rasa kebersamaan bagi mereka yang jauh dari rumah, keluarga, dan teman.

Total ada 48 perawat dan bidan dari RS Bina Sehat Group yang kini bekerja di berbagai rumah sakit di Arab Saudi.

Mereka tersebar di fasilitas kesehatan milik Kementerian Pertahanan Saudi Arabia, Kementerian Kesehatan Saudi Arabia, hingga rumah sakit swasta di Makkah, Madinah, Jeddah, dan Taif.

Meski berada di negeri orang, mereka tetap menjalankan tugas dengan tenang dan profesional melayani pasien.

Bagi Faida, kabar bahwa para tenaga kesehatan itu dalam kondisi aman menjadi kelegaan tersendiri.

Ia menyebut, keberadaan mereka di berbagai rumah sakit di Arab Saudi juga menunjukkan bahwa tenaga kesehatan Indonesia memiliki kualitas yang diakui secara internasional.

“Kepercayaan dari berbagai rumah sakit di Arab Saudi kepada perawat dan bidan kita adalah bukti bahwa mereka memiliki kemampuan dan profesionalisme yang baik. Ini menjadi kebanggaan, tidak hanya bagi rumah sakit, tetapi juga bagi daerah dan negara,” ujarnya.

Namun di balik kebanggaan itu, ada kisah perjuangan yang tidak sederhana. Para perawat dan bidan di sana harus menjalani hari-hari jauh dari keluarga di tanah air.

Oleh karena itu, Faida mengingatkan agar kesempatan bekerja di luar negeri dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Perjuangan ini tentu tidak mudah. Gunakan kesempatan ini dengan baik. Tabung penghasilan dan kelola dengan bijak agar hasil kerja keras itu bisa menjadi bekal masa depan,” pesan perempuan yang pernah menjabat sebagai Bupati Jember periode 2016-2021 tersebut.

Ia juga berharap, pengalaman yang diperoleh selama bertugas di Arab Saudi kelak dapat dibawa pulang ke Indonesia.

Bagi Faida, perjalanan para tenaga kesehatan itu bukan sekadar mencari nafkah di negeri orang, tetapi juga membawa pulang ilmu dan pengalaman untuk memperkuat pelayanan kesehatan di tanah air.

“Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat di sana nanti bisa dibawa pulang dan diterapkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia,” tuturnya. (kin/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#masjid nabawi #RS Bina Sehat Jember #konflik timur tengah #RSBS #arab saudi