KLOMPANGAN, Radar Jember - Komitmen untuk menghadirkan pelayanan dasar yang humanis dan berpihak pada rakyat kecil terus dipertegas oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Dalam kegiatan Safari Ramadan bertajuk "Sholawat Kampoeng" yang digelar di Balai Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Selasa (10/03/2026), pria yang akrab disapa Gus Fawait ini turun langsung menemui masyarakat untuk memastikan program-program unggulan pemerintah daerah berjalan tepat sasaran.
Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, Gus Fawait meminta bantuan masyarakat untuk menjadi penyambung lidah pemerintah dalam mensosialisasikan berbagai program gratis yang telah disiapkan.
Salah satu fokus utamanya adalah sektor kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC).
"Kami datang dan turun ke masyarakat ingin minta tolong, bantu kami, caranya bagaimana? Sosialisasikan program-program pemerintah. Kita punya program berobat gratis, namanya Universal Health Coverage (UHC), ratusan miliar kita kucurkan agar masyarakat bisa menikmati layanan berobat tanpa terkendala biaya," katanya.
Untuk meyakinkan warga yang hadir, ia secara khusus menghadirkan jajaran pimpinan rumah sakit daerah.
Termasuk Wakil Direktur RSD dr. Soebandi, dr. Nurullah Hidajaningtyas, dan Plt. Direktur RSD Balung, dr. Andre Kusuma.
Baca Juga: Anggaran UHC Jember 2026 Melejit! Pemkab Siapkan Rp 430 M untuk Layanan Kesehatan 2,6 Juta Warga
Di hadapan warga, dr. Nurullah menjamin bahwa standar pelayanan di rumah sakit pelat merah milik pemda kini tidak lagi memandang kasta ekonomi pasien.
"Pelayanan sepenuhnya gratis, dan tidak dibeda-bedakan antara pelayanan yang gratis dan yang tidak gratis (berbayar)," kata Nurullah.
Gus Fawait juga memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya agar memberikan pelayanan terbaik.
Ia membuka ruang pengaduan langsung bagi warga yang merasa diperlakukan tidak adil atau menemukan kendala di lapangan melalui saluran komunikasi khusus.
"Bapak Ibu, bantu kami. Kalau ada yang mendapatkan pelayanan kurang baik, ataupun tidak dilayani sampaikan kepada kami, laporkan kepada kami melalui saluran Wadul Guse," pintanya.
Selain sektor kesehatan, kemudahan dalam urusan Administrasi Kependudukan (Adminduk) juga menjadi prioritas.
Gus Fawait memastikan bahwa saat ini warga Jember tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke pusat kota hanya untuk mengurus dokumen kependudukan.
Tapi cukup di kantor kecamatan masing-masing.
"Sekarang cetak KTP tidak perlu jauh-jauh ke kota, cukup di kantor-kantor kecamatan. Dan sekali lagi, pencetakan ini gratis, kalau sampai ada yang ditarik biaya, atau ditarik pungli, laporkan ke Wadul Guse. Kecuali bapak ibu mau bikin KTP dengan nama baru, yah itu harus diproses dulu di pengadilan, yah," tambah Gus Fawait, sembari berkelakar ringan memecah tawa warga saat itu.
Menutup paparannya, Gus Fawait juga meminta penegasan langsung dari Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, yang turut hadir dalam lawatannya saat itu.
Baca Juga: Gebrakan Awal Tahun 2026! Jember Diguyur 68 Ribu Blanko e-KTP, Cetak Beres dalam 4 Hari di Tiap Kecamatan
Dalam paparannya, Bambang secara tegas menyatakan komitmen OPD yang dipimpinnya untuk memberantas pungli dalam layanan Adminduk.
"Pembuatan KTP semuanya tidak dipungut biaya alias gratis," tambah mantan Kasatpol PP Jember itu. (mau)
Editor : M. Ainul Budi