Radar Jember - Pemkab Jember memastikan para pejuang agama dapat menyambut Hari Raya Idulfitri 2026 dengan senyum lebih lebar.
Komitmen ini diwujudkan melalui percepatan pencairan insentif atau honorarium bagi guru ngaji, guru agama, modin, hingga marbot masjid yang ditargetkan rampung sebelum hari kemenangan tiba.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan program ini merupakan bentuk nyata upaya pemerintah daerah dalam memuliakan para pengabdi masyarakat di bidang spiritual.
Setiap tahunnya, manfaat ini menjangkau lebih dari 22 ribu penerima yang terdiri dari guru ngaji, modin, serta guru kitab, dengan tambahan kategori baru pada tahun ini, yakni para marbot masjid.
"Dulu cairnya sesudah Lebaran, sekarang kita pastikan sebelum Lebaran sudah cair," kata Bupati Fawait, saat melangsungkan safari ramadhan di Balai Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Senin (9/03) sore.
Besaran insentif yang diberikan adalah senilai Rp1,5 juta per orang. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi tanpa pamrih para guru agama dan marbot dalam menjaga moral serta kebersihan rumah ibadah di Jember.
Dan yang lebih khidmat, yang membedakan pencairan kali ini dengan tahun sebelumnya bertepatan menjelang lebaran Idul Fitri.
"Kami ingin memastikan para pejuang agama kita, mulai dari guru ngaji hingga marbot masjid, bisa merayakan Idul Fitri dengan senang gembira," tambah Gus Fawait.
Kabag Kesra Setkab Jember, Nurul Hafid Yasin, menambahkan bahwa mekanisme penyaluran tahun ini dibuat lebih sederhana dan bermartabat.
Koordinasi dengan pihak perbankan telah dimatangkan guna memastikan proses pencairan berjalan lancar tanpa antrean panjang yang melelahkan.
"Besok (Selasa 10/3) pembagian akan dimulai secara bertahap di berbagai kecamatan. Kami pastikan prosesnya terhormat, tidak boleh lagi ada antre-antre panjang seperti tahun sebelumnya karena pelayanan cukup dilakukan di level desa atau kecamatan," tambah Hafid. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh