TEGALSARI, Radar Jember – Pengguna jalan yang melintas di Jalan Watu Ulo, tepatnya di Dusun Bedengan, Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, mengeluhkan tebalnya asap dari pembakaran sampah di lokasi transfer depo atau tempat pembuangan sementara (TPS).
Asap pekat dari tumpukan sampah tersebut bahkan sempat menutupi sebagian badan jalan menuju kawasan wisata Pantai Watu Ulo.
Kondisi ini membuat pengendara yang melintas merasa terganggu, terutama karena jarak pandang menjadi terbatas dan bau asap cukup menyengat.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi menunjukkan bahwa tumpukan sampah di TPS tersebut telah meluber hingga ke pinggir jalan. Diduga karena sudah menumpuk cukup lama, maka sebagian sampah kemudian dibakar oleh pihak yang tidak diketahui.
Akibat pembakaran tersebut, asap tebal terus mengepul dan menyebar ke area jalan raya yang cukup ramai dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Padahal lokasi TPS berada tepat di tepi jalan yang setiap hari dilalui masyarakat, termasuk pelajar yang berangkat ke sekolah pada pagi hari.
Salah satu warga, Ahmad Jasuli, warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Jenggawah, mengatakan asap dari pembakaran sampah sangat mengganggu pengguna jalan yang melintas.
“Seharusnya sampah yang ada di TPS itu tidak dibakar. Karena yang dibuang di sana kebanyakan sampah rumah tangga,” ujarnya saat melintas menuju kawasan Pantai Watu Ulo untuk memancing.
Menurutnya, asap dari pembakaran sampah tidak hanya menutup akses jalan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap yang cukup menyengat.
Selain itu, asap yang ditimbulkan juga dapat menyebabkan mata perih dan mengganggu pernapasan bagi pengendara maupun warga sekitar.
“Selain baunya tidak enak, asapnya juga membuat mata perih dan mengganggu pernapasan,” tambahnya.
Beberapa warga disebut hanya melempar sampah dari kendaraan atau dari pinggir jalan tanpa memasukkannya ke dalam area TPS yang telah disediakan.
“Sampah di pinggir jalan itu juga menumpuk. Banyak warga yang membuang sampah tidak di dalam tempatnya, tetapi cukup dilempar dari pinggir jalan,” katanya. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi