Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Makna Nuzulul Quran Bagi Gus Baiqun: Momentum Emas Dekatkan Diri pada Pedoman Hidup dan Akhlak Alquran!

M Adhi Surya • Sabtu, 7 Maret 2026 | 08:00 WIB

KHUSYUK: Meluangkan waktu sembari menunggu azan Magrib dengan membaca Alquran di Masjid Raudhotul Muchlisin. 
KHUSYUK: Meluangkan waktu sembari menunggu azan Magrib dengan membaca Alquran di Masjid Raudhotul Muchlisin. 

Radar Jember  Malam Nuzulul Quran yang diperingati setiap 17 Ramadan menjadi salah satu momentum penting bagi umat muslim.

Peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi penanda dimulainya risalah Alquran sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. 

Karena itu, malam Nuzulul Quran tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai pengingat agar umat Islam semakin dekat dengan Alquran.

Pengasuh Majelis Sholawat Al Ghofilin, KH Baiquni Purnomo, menjelaskan bahwa Nuzulul Quran memiliki makna spiritual yang sangat mendalam. 

Menurutnya sosok yang akrab disapa Gus Baiqun itu mengatkan, turunnya Alquran merupakan bukti kasih sayang Allah kepada umat manusia agar memiliki petunjuk yang jelas dalam menjalani kehidupan.

Dengan begitu, malam Nuzulul Quran seharusnya dimanfaatkan dengan berbagai amalan ibadah. 

Di antaranya memperbanyak membaca Alquran, memperdalam pemahaman terhadap ayat-ayatnya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Momentum Nuzulul Quran hendaknya menjadi saat bagi kita untuk kembali mendekatkan diri kepada Alquran. Tidak hanya membaca, tetapi juga merenungi maknanya agar dapat menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak,” ujar Gus Baiqun yang juga memiliki garis keturunan ulama besar Jember, KH Achmad Siddiq.

Selain tilawah, Ia juga menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam Nuzulul Quran dengan salat malam, seperti salat tahajud dan witir.

Ibadah pada malam hari diyakini memiliki keutamaan besar karena dilakukan dalam suasana yang lebih khusyuk dan penuh ketenangan.

Selain itu, Gus Baiqun juga mengingatkan pentingnya memperbanyak doa dan istighfar pada malam tersebut.

Menurutnya, Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan keberkahan, sehingga setiap kesempatan untuk berdoa sebaiknya dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.

Lebih lanjut, peringatan Nuzulul Quran tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Umat Islam diharapkan mampu menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup yang benar-benar diterapkan dalam kehidupan sosial maupun pribadi.

“Ketika Alquran benar-benar kita jadikan pedoman, maka kehidupan akan lebih terarah. Nilai-nilai Alquran akan membimbing manusia menuju akhlak yang baik, keadilan, serta kehidupan yang penuh keberkahan,” pungkasnya. (dhi/bud)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Nuzulul Quran #Ramadan #nabi muhammad saw #Jember #alquran #KH Achmad Siddiq