Radar Jember - Kepanikan warga terhadap isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) memicu fenomena panic buying di berbagai wilayah Kabupaten Jember.
Kamis malam (5/3) antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah SPBU. Sementara pedagang bensin eceran menjual harga cukup tinggi.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat di sejumlah titik strategis.
Di antaranya SPBU Gajah Mada dan SPBU Mangli di Kecamatan Kaliwates, serta SPBU Jubung dan SPBU Jenggawah. Bahkan, Jumat dini hari (6/3) antrean masih terjadi.
Situasi ini dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap kabar menipisnya cadangan energi nasional yang viral di media sosial.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga memicu spekulasi bahwa pasokan energi global akan terganggu, sehingga masyarakat berbondong-bondong membeli BBM untuk cadangan.
Di tengah antrean panjang di SPBU, sejumlah warga memilih membeli bensin eceran. Kondisi tersebut dimanfaatkan sebagian pedagang dengan menaikkan harga.
Di Dusun Bringinlawang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, pedagang bensin eceran diserbu pembeli sejak Jumat pagi.
Harga bensin eceran yang biasanya dijual Rp 12 ribu per botol naik menjadi Rp 15 ribu. Sementara Pertalite dalam botol air mineral 1,5 liter yang biasanya dijual Rp 18 ribu melonjak hingga Rp 22 ribu.
Solehan, 57, warga setempat yang juga pedagang bensin eceran, mengaku harus antre di SPBU sejak dini hari untuk mendapatkan stok.
“Jam 02.30 sudah berangkat antre ke SPBU, sebelum sahur,” ujarnya.
Rumah Solehan yang berada tidak jauh dari SPBU Jenggawah sejak pagi sudah dipadati warga yang enggan ikut antre di SPBU.
Yayuk, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, mengaku terpaksa membeli bensin eceran karena antrean di SPBU terlalu panjang.
“Jadi saya beli eceran buat cadangan dua botol,” katanya.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait langsung mengambil langkah cepat.
Meski baru mendarat di Surabaya setelah menunaikan ibadah umrah, ia langsung menggelar rapat terbatas secara virtual pada Kamis malam sekitar pukul 23.30.
Rapat tersebut diikuti Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Wilayah Jember serta pengurus DPC Hiswana Migas Besuki.
Dalam rapat tersebut dipastikan bahwa stok BBM di Jember dalam kondisi aman.
“Kami perlu menjelaskan bahwa stok BBM di Jember ini aman, bahkan berlebih,” kata Fawait.
Pemerintah Kabupaten Jember bersama Pertamina dan Hiswana Migas juga menyiapkan langkah mitigasi jika fenomena panic buying berlanjut, termasuk penambahan stok di seluruh SPBU.
SBM Pertamina Wilayah Jember, Andi Reza, menegaskan operasional SPBU tetap berjalan normal tanpa pengurangan distribusi.
“Pada prinsipnya penyaluran BBM di seluruh SPBU di Jember berjalan normal, tidak ada pengurangan penyaluran dan stok sangat aman,” tegasnya.
Hal serupa disampaikan Ketua Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana. Ia memastikan cadangan BBM di Jember masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi BBM tetap stabil, terutama selama aktivitas ekonomi masyarakat meningkat di bulan Ramadan.
Sementara, Kabag Ops Polres Jember Kompol Istono mengatakan kepadatan antrean dipicu meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan BBM yang beredar.
Kondisi tersebut membuat warga berbondong-bondong mendatangi SPBU untuk mengisi tangki kendaraan mereka.
“Dari hasil pemantauan sejak semalam, antrean terlihat di sekitar 20 SPBU yang tersebar di sembilan kecamatan. Kami sudah melakukan pemetaan dan menurunkan personel untuk berjaga serta membantu pengaturan antrean di lokasi,” ujarnya.
Menurut Istono, kepadatan paling terlihat di beberapa SPBU yang berada di kawasan perkotaan.
Di antaranya SPBU di Jalan Ahmad Yani dan kawasan Pasar Sabtuan, Kecamatan Kaliwates, yang dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat.
Meski antrean cukup panjang, pihaknya memastikan distribusi BBM ke wilayah Jember tetap berjalan normal.
Polisi juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember serta pihak Pertamina untuk memastikan pasokan tetap aman.
“Dari hasil koordinasi dengan Pemkab Jember dan Pertamina, pengiriman BBM tetap berjalan sesuai jadwal. Tidak ada pengurangan pasokan ke SPBU di Jember,” jelasnya. (dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh