Radar Jember - Pemkab Jember bersama Pertamina dan Hiswana Migas memastikan pasokan BBM dalam kondisi aman dan bahkan tergolong melimpah.
“Atas nama Pemkab Jember kami berharap masyarakat tetap tenang. Stok BBM aman bahkan melimpah,” ujar Bupati Jember Muhammad Fawait.
Pemerintah menegaskan bahwa kondisi saat ini berbeda dengan situasi kelangkaan BBM yang sempat terjadi sebelumnya saat jalur Gumitir ditutup akibat perbaikan jalan, yang sempat menghambat distribusi dari Banyuwangi ke Jember.
Saat ini distribusi dipastikan berjalan normal.
Fawait mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi BBM tetap stabil dan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama selama Ramadan, dapat berjalan lancar.
Pertamina juga memastikan bahwa pasokan BBM dari Depo Pertamina Tanjung Wangi Banyuwangi tidak mengalami kendala teknis maupun logistik.
Penyaluran ke wilayah Jember tetap menjadi prioritas untuk menjaga ketahanan stok di tengah ramainya isu global mengenai krisis energi.
“Kami saat ini berada di Depo Pertamina Tanjung Wangi untuk melakukan koordinasi guna memastikan tidak ada kendala penyaluran BBM ke Jember. Stok BBM di Jember cukup melimpah,” ungkap Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Wilayah Jember, Andi Reza.
Data Pertamina menunjukkan stok BBM yang tersedia di Jember mencapai ratusan ton.
Untuk Pertalite saja tercatat sekitar 584 ton yang siap disalurkan kepada masyarakat. Sementara stok Pertamax sekitar 279 ton.
Pertamina, tambah dia, juga menyiapkan skema penambahan distribusi jika lonjakan permintaan terus terjadi.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurai antrean kendaraan yang sempat terjadi di sejumlah SPBU.
"Kalau pun dibutuhkan untuk penambahan, kami sudah siapkan. Kami memang ada rencana penambahan penyaluran mulai besok pagi untuk di Jember," tambah Andi Reza, SBM Pertamina Wilayah Jember.
Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk mencegah adanya pihak yang memanfaatkan situasi dengan membeli BBM dalam jumlah besar.
“Kami juga berkoordinasi mengantisipasi adanya pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi dengan melakukan pembelian besar,” tegasnya.
Sementara itu, pihak SPBU memastikan stok BBM subsidi masih tersedia. Yeni, bagian administrasi SPBU Jenggawah, mengatakan ketersediaan Pertalite dan Solar masih cukup aman meskipun terjadi lonjakan pembelian.
“Untuk Pertalite dan Solar masih aman. Hanya Pertamax yang habis sejak Jumat (6/3) sekitar pukul 06.00 dan masih menunggu pengiriman dari Banyuwangi,” jelasnya.
Ia menambahkan, antrean kendaraan hanya terjadi pada pompa Pertalite, sedangkan untuk Solar relatif tidak terjadi antrean.
Kepanikan masyarakat dipicu oleh isu di media sosial yang menyebut cadangan BBM nasional terbatas.
Sebagian warga juga mengaitkan isu tersebut dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Samsul, 25, warga Jenggawah, mengaku ikut khawatir setelah membaca kabar tersebut di media sosial.
“Setelah isu BBM akan naik, stok di pedagang eceran langsung habis. Bahkan harganya ikut naik karena pedagang eceran harus antre berjam-jam di SPBU,” ujarnya.
Sementara, Riris pedagang sayur keliling di Karangrejo, Kecamatan Sumbersari mengaku, risau dengan kondisi seperti ini.
“Mau keliling ini takut bensin habis. Di pom pertamini katanya tidak ada dan habis,” paparnya.
Dia mengaku, warga sekitar tempat tinggalnya memang mulai banyak yang antre BBM di SPBU.
“Habis berbuka puasa itu langsung berangkat ke SPBU. Ada juga yang setelah sahur, ternyata juga antre panjang,” tuturnya.
Riris juga ingat kondisi serupa sama saat jalur Gumitir ditutup. Pasokan BBM yang tersendat dari Banyuwangi itu membuat masyarakat juga panik.
Banyak yang beli BBM untuk dijual lagi dengan harga tak wajar. Tapi, setelah pasokan BBM lancar dari Surabaya, ternyata justru BBM dijual murah oleh oknum.
“Banyak yang beli BBM, nanti bingung jualnya. Diposting di medsos, dijual dengan harga murah. Seperti saat Gumitir ditutup dulu,” ungkapnya. (jum/mau)
Editor : Imron Hidayatullahh